Berlangganan

METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

“Hoaks” Berita BIN Di Tuding Cekal Habib Rizieq

2 min read
Habib Rizieq saat di Arab Saudi

 

Metama,Jakarta : Badan Intelijen Negara (BIN) menanggapi beredarnya pemberitaan BIN merekayasa dan memengaruhi Pemerintah Arab Saudi agar Habib Rizieq Shihab tidak dapat keluar dari Arab Saudi adalah hoaks.

Direktur Komunikasi dan Informasi BIN Wawan Hari Purwanto di Jakarta, Jumat (28/9). Mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia justru ingin agar Habib Rizieq segera kembali ke Tanah Air guna menuntaskan  masalahnya.  ” Makin  cepat  kembali ke Tanah Air, akan lebih baik,” kata  Wawan Hari Purwanto di Jakarta, Jumat (28/9).

Masalah isu cekal oleh pihak Arab Saudi, lanjut Wawan, sama sekali tidak ada hubungannya dengan BIN  dan  Pemerintah RI. Ini  adalah  masalah otoritas negara berdaulat bukan atas permintaan  ataupun  tekanan negara lain.

Pemerintah Saudi sendiri menyatakan tidak ada masalah dengan HRS dan tidak pernah mencekal. “Hal ini sudah jelas. Tidak perlu menuding BIN, Polri, maupun Kemenlu,” tegas Wawan. Jika menurut  Rizieq  Shihab masih ada masalah lain, kata dia, sejatinya segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut. Makin berlarut-larut maka akan memunculkan banyak spekulasi.  “BIN bertugas melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dalam hal ini, BIN juga harus menjaga keselamatan Rizieq Shihab,” ujarnya.,

Menurut Wawan, BIN tidak  pernah membatasi kegiatan Rizieq Shihab, baik di Indonesia, di Arab Saudi, maupun di negara  lain yang dikunjunginya. Pertemuan sejumlah tokoh dengan Habi Rizieq Shihab di Saudi adalah hak setiap warga negara dan tidak masalah.BIN, jelas Wawan, tidak mempersoalkan  afiliasi politik Rizieq Shihab. Sebab sebagai negara demokratis, HRS bebas menentukan arah pilihan politiknya. “Berbagai tuduhan kepada BIN hanya opini dan itu hoaks,” tegas Wawan.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan,  visa yang digunakan Mohammad Rizieq Shihab untuk berada di wilayah Arab Saudi telah melewati batas waktu yang ditentukan. Rizieq Shihab menggunakan visa ziyarah tijariyyah (visa kunjungan bisnis) yang tidak bisa dipergunakan untuk kerja. Visa tersebut bisa digunakan beberapa kali keluar masuk dan berlaku 1 tahun dengan izin tinggal 90 hari per entry.

“Visa ini sebenarnya sudah habis masa berlakunya pada 9 Mei 2018 dan diperpanjang kembali dengan visa bernomor lain hingga intiha al-iqamah(akhir masa tinggal) 20 Juli 2018,” ujar Dubes Agus dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.Untuk perpanjangan visa, seorang WNA harus keluar dari Arab Saudi untuk mengurus administrasi. “Karena keberadaan Rizieq Shihab sampai hari ini masih berada di Arab Saudi, sejak 21 Juli 2018 dia sudah tidak memiliki izin tinggal di Arab Saudi,” kata Dubes Agus (Red/F)

Baca Juga :  Ditlantas Polda Sulut : Gelar Millenial Road Safety Festival, "Budayakan Tertib Berlalulintas.