Berlangganan

METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Arsul Sani : Alasan Amien Minta Kapolri Dicopot Tidak Jelas

2 min read

Metama, Jakarta : Pernyataan Amien Rais meminta kepada presiden Jokowi untuk mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapatkan tanggapan dari  Tim pemenangan Joko Widodo-Ma’ruf  Amin.

Kubu Jokowi berpendapat, ada mekanisme tertentu untuk mencopot posisi tertinggi dalam  tubuh kepolisian. ” Saya melihat dari dua hal, pertama dari sisi aturan hukum kalau kita bicara aturan hukum untuk  pejabat  negara baru mundur atau dimundurkan kalau  sudah  jadi terdakwa atau paling cepat sudah  jadi tersangka,” kata  Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan nomor urut 01, Arsul Sani di Jakarta, Rabu (10/10).

Arsul  mengatakan,  alasan  permintaan  pencopotan itu juga masih belum jelas. Kata Sekretaris  Jenderal PPP itu melanjutkan,  baru  disebutkan  dengan mengacu pada sebuah dokumen yang belum diketahui pembuatnya. Hal itu, tambahnya, membuat ambigu siapa yang akan bertanggung jawab atas dokumen yang dipublikasikan  Indonesialeaks itu.

Arsul mengatakan, dokumen juga tidak memiliki proses verifikasinya yang jelas. Dia melanjutkan, ada baiknya kebenaran dokumen tersebut diselidiki oleh lembaga penegak hukum  yang berwenang. “Bagaimana kemudian seorang pejabat yang disebut dalam suatu dokumen, kemudian belum diverifikasi  dan belum juga disikapi oleh lembaga penegak  hukum  yang  harus  ditindak  lanjuti KPK, kemudian disuruh mundur,” katanya.

KIK mengaku kecewa atas permintaan Amien Rais, sebagai seorang guru besar intelektual  kemudian meminta pejabat pemerintah mundur tanpa standar dan alasan moral yang jelas. Arsul mengatakan, jika sudah dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan yang jelas itu baru bisa disuarakan untuk mundur.

Seperti  diketahui, Amien Rais  meminta  Presiden Jokowi untuk segera mencopot kapolri. Pernyataan itu dia ungkapkan saat hendak memenuhi panggilan kepolisian. Namun  dia  tidak menyebutkan secara pasti alasan yang mengharuskan Jokowi mencopot  Kapolri  Tito Karnavian.

Baca Juga :  Sambut HUT TNI Ke-75, Kodim 1301/Sangihe dan Lanal Tahuna Ziarah di TMP Santiago

Amien  Rais  diperiksa  terkait  kasus  penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet. Amien sebelumnya membela Ratna yang mengaku dipukuli dan dianiaya saat berada di Bandung, Jawa Barat pada 21 September lalu. Dia  diperiksa  sebagai  saksi di Polda Metro Jaya.Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais  pada Rabu (10/10), memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya.

Amien diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus hoaks, Ratna Sarumpaet.Amien yang  sebelum diperiksa  melontarkan  kritik atas pemanggilannya, seusai pemeriksaan dia menyanjung penyidik Polda Metro Jaya. “Saya merasa dihormati, dimuliakan oleh para  penyidik  dan betul-betul rasanya akrab penuh tawa penuh canda, dan lain-lain,” kata Amien Rais, Rabu (10/10) sore.

Amien  menuturkan  menjalani pemeriksaan hampir enam jam. Namun, separuhnya untuk kegiatan makan, shalat, dan membicarakan hal lain.”Jadi itu demikian smooth (lancar) demikian bagus pertanyaannya itu straight (secara langsung) tidak muter-muter, menjebak itu tidak ada, saya terima kasih sekali,” tutur Ketua Dewan Kehormatan PAN itu. (Red/F)