METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Amien Rais : Berkaitan Penegakkan Hukum “Bakal Bongkar Kasus Korupsi”

3 min read

Metama,Jakarta :  Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais bakal diperiksa Polda Metro Jaya pada Rabu (10/10). Dia akan diperiksa sebagai terlapor dugaan kasus penyebaran hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Amien memastikan bakal memenuhi panggilan polisi. Namun, pada saat bersamaan, ia juga mengatakan  bakal  membongkar  kasus dugaan korupsi.”Nah yang ini hubungannya tentang penegakan hukum  dan korupsi yang sudah mengendap lama di KPK. Akan saya buka pelan-pelan. Udah gitu saja,” kata Amien tanpa menjelaskan detail korupsi apa yang dia maksud, Senin (8/10). ‘Ancaman’ mengungkap kasus korupsi oleh Amien itu pun menjadi liar.

Muncul pertanyaan, andai  Ketua Dewan Kehormatan PAN itu memiliki bukti dan fakta soal kasus mengendap, mengapa baru ia akan bongkar setelah dirinya akan diperiksa oleh polisi dalam kasus Ratna Sarumpaet.

Bahkan, pada kasus yang sama, Amien pun menjadi salah satu pihak yang dilaporkan. Pengamat hukum pidana Universitas Pelita Harapan (UPH) Jamin Ginting mengatakan jika Amien ingin mengungkap kasus korupsi, tak perlu dilakukan karena dirinya sudah menjadi  terlapor  dan akan diperiksa polisi. Menurutnya, setiap orang berhak mengajukan laporan  kepada  aparat  penegak  hukum kapanpun waktunya. ” Jadi kalau Pak  Amien mau melaporkan  [kasus korupsi]  tidak perlu menunggu adanya pemanggilan beliau jadi saksi di Polda,” ujar Jamin .

Jamin enggan berspekulasi apa motif Amin baru mau membeberkan kasus korupsi usai diperiksa kepolisian, menurutnya, tak  salah  ketika pula muncul dugaan bahwa pria yang juga menjadi bagian dari  Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu hanya bersikap spontan karena dirinya bakal menjalani proses hukum. “Belum tentu info yang dimiliki sangat akurat. Bisa jadi info yang biasa saja. Tidak dapat menjadi bukti awal yang dapat ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kabidhumas Polda Sulut : Komitmen Berantas Obat Keras Dan Narkoba Untuk Selamatkan Generasi Muda

Pengamat  politik  dari  Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai Amien bukan menggertak. Menurutnya, Amien akan berbicara soal dugaan  kasus  tipikor  besar  yang rutin diberitakan media massa beberapa hari ini.” Tidak pernah menggertak.  Dia  memang selalu blak-blakan. Saya yakin dia bicara tentang kasus korupsi yang dibicarakan beberapa hari ini,” tutur Adi kepada media

Adi menilai Amien bukan cuma ingin menggertak agar kepolisian berhenti memeriksa dirinya atau tokoh lain di poros Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang telah menjadi terlapor  dalam  kasus  Ratna Sarumpaet. Menurutnya, Amien sudah siap menjalani proses  hukum dugaan menyebarkan kebohongan Ratna Sarumpaet. Adi justru melihat ada misi Amien yang lain. Adi menganggap Ketua Penasihat Persaudaraan  Alumni (PA) 212 itu ingin  menunjukkan kepada publik ada kasus yang lebih  parah dibandingkan  penyebaran  hoaks.

Senada pendapat Jamin, Adi pun mengakui bahwa Amien bisa saja mengungkap kasus-kasus  korupsi yang  diketahuinya  bukan  sebagai  respons atas rencana pemeriksaan atas dirinya. Namun, Adi mengingatkan bahwa momentum saat ini tak bisa dilepaskan dengan  masa kampanye  jelang  Pemilui dan Pilpres 2019.Amien, kata Adi,

kemungkinan  menganggap  proses  hukum terhadap dirinya sebagai sebuah serangan dari lawan politik lewat tangan kepolisian. Menurut Adi, asumsi demikian wajar terpikirkan  lantaran  polisi cenderung cepat memproses hukum pihak yang berseberangan dengan  rezim petahana, Joko Widodo (Jokowi).”Kalau saya ini melihatnya soal jual-beli serangan.  Biasa, jelang pilpres. Buka aib masing-masing,” ujarnya

Adi  menganggap misi tersebut bukan hanya milik Amien seorang. Menurutnya, rencana Amien membuka fakta korupsi merupakan strategi tim Prabowo-Sandi. Hal itu tidak lepas dari beberapa anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi yang juga menjadi pihak terlapor terkait kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet.

Baca Juga :  Dit Binmas Polda Kaltim Berikan Bantuan Untuk Warga Kurang Mampu "Giat Jumat Berbagi"

Sebelumnya, Farhat Abbas sebagai bagian dari Komunitas Pengacara Indonesia Pro Jokowi (Kopi Pojok) melaporkan 17 nama yang diduga menyebarkan hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet. Di antaranya Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Fadli Zon, Rachel Maryam, Nanik Deyang, politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean, dan Koordinator Juru Bicara tim Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Rencana Amien Rais tidak bisa dilihat secara tunggal karena sudah ada banyak nama yang  menjadi terlapor. Kubu Prabowo-Sandi dan PA 212 juga sudah nampak terus mendampingi Amien,” ucap Adi.PA 212 sendiri pada hari ini direncanakan akan melakukan  aksi  kawal  Amien  Rais yang diperiksa di Mapolda Metro Jaya.

Mereka akan  berangkat  dari  Masjid Al Munawwar, Pancoran, Jakarta Selatan setelah berkumpul untuk  salat  dhuha dan doa bersama pada pukul 08.00 WIB. Ketua Umum PA 212  Slamet  Maarif  mengatakan  sekitar  500an  massa dari pihaknya akan mengawal Amien yang akan diperiksa di Mapolda Metro Jaya yang berjarak sekitar 7 kilometer dari masjid tersebut (Red/F)