Ketua DPR RI : Himbau Kapolri Jangan Terpengaruh Isu Buku Merah - METROBRATA UTAMA    

METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Ketua DPR RI : Himbau Kapolri Jangan Terpengaruh Isu Buku Merah

2 min read

Metama,Jakarta : Ketua DPR Bambang Soesatyo,  mengimbau, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk tidak terpengaruh dengan isu ‘buku merah’, yang menyebut jika Kapolri menerima aliran dana dari pengusaha daging Basuki Hariman.

Menurutnya, tidak ada fakta hukum yang menguatkan dugaan Tito menerima uang dari Basuki. ” Jadi Pak Tito Karnavian agar tetap fokus bekerja sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Kapolri,” ujarnya.

Bambang mengharapkan Tito bisa fokus bekerja karena kinerja Korps Bhayangkara makin positif. Apalagi,  lanjut  politikus Partai Golkar itu, Polri sudah menelusuri dugaan Tito menerima dana dengan memeriksa Basuki Hariman. Sebagaimana pernyataan Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto ke media, Basuki tak pernah memberikan  uang ke Tito semasa menjabat Kapolda Metro Jaya.

Mantan ketua Komisi III DPR itu menambahkan, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) sudah memberikan penjelasan yang gamblang tentang tidak adanya bukti  Tito menerima uang.

Ketua KPK Agus Rahardjo bahkan sudah menjelaskan tentang kesulitan lembaganya dalam membuktikan dugaan itu.”Kita tentu percaya integritas KPK dalam menangani kasus hukum. Jika tidak ada bukti yang kuat, tidak mungkin KPK bisa melanjutkan proses hukum sebagaimana mestinya,” katanya.

Selain itu, Bamsoet  juga  merujuk pada persidangan terhadap Basuki ataupun stafnya, Ng Fenny. Dalam proses persidangan  terhadap  keduanya  juga tak ada fakta hukum yang menguatkan dugaan Tito menerima uang dari Basuki.”Dengan demikian Kapolri  dan  jajarannya  tak perlu menghabiskan banyak energi menanggapi isu ini. Masih banyak  pekerjaan  rumah yang perlu diselesaikan oleh Polri,” ucap Bamsoet

Ia berharap jangan sampai isu tersebut membuat semangat Polri mengendur. Pasalnya masyarakat menaruh harapan besar kepada Polri untuk mewujudkan ketertiban dan keamanan masyarakat. Tutupnya. (Red/F)

Baca Juga :  Dirjen Imigrasi Tak Berwenang Larang HRS Pulang Ke Indonesia