Berlangganan

METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Polda Jatim: Cekal Ahmad Dani Ke Luar Negeri

3 min read

Metama,Surabaya (Jatim) : Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur telah mengajukan permohonan cekal ke Kantor Wilayah Imigrasi Surabaya untuk Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani dicekal bepergian ke luar negeri, setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan alasan pencekalan itu. Menurutnya, pencekalan dilakukan demi kelancaran proses penyidikan. “Untuk mempercepat proses penyidikan saja. Kalau (tersangka) ke luar negeri, nanti prosesnya akan tertunda,” ujar Dedi saat dikonfirmasi, Ahad (21/10).

Meski  demikian,  polisi  belum melakukan penahanan dalam kasus tersebut. Rencananya, pentolan band Dewa 19 itu akan diperiksa sebagai tersangka  pada Selasa 23 Oktober mendatang.

Dedi  menjelaskan, kasus ini bermula saat aksi #2019Ganti Presiden pada Ahad (26/8) lalu di Surabaya. Kegiatan ini berbuntut pada permasalahan hukum karena pada Kamis (30/8) sore,  Ahmad  Dhani Prasetyo dilaporkan ke Polda Jatim oleh Koalisi Elemen Bela NKRI.

Ahmad Dhani dinilai  telah melecehkan massa Koalisi Elemen Bela (KEB) NKRI. Laporan  resmi itu telah dilakukan Ketua KEB-NKRI, Edi Firmanto pada Kamis (30/8) ke Polda Jawa Timur. Adapun bukti yang disertakan berupa rekaman video yang dipublikasikan  di instagram  Ahmad  Dhani, di mana Dhani menyebut peserta demo yang memprotes kehadiran Dhani sebagai  ‘idiot’  saat  Dhani  sedang di Hotel Majapahit pada, Ahad (26/8).

Dhani diperiksa di Markas Polda Jatim di Surabaya, Senin (1/10). Dhani awalnya diperiksa  sebagai saksi dalam kasus ujaran kebencian tersebut. Pada Kamis (18/10) Polda Jawa Timur resmi menetapkan Ahmad Dhani Prasetyo sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik.”Kami sudah memanggil beberapa ahli bahasa, ahli pidana, kemudian memeriksa saksi-saksi juga, sehingga kami telah menetapkan yang bersangkutan Ahmad Dhani sebagai tersangka,” ujar Dedi Prasetyo.Dhani sendiri tidak ambil pusing  dengan  penetapannya  sebagai  tersangka di Polda Jatim.

Baca Juga :  Jaksa Agung RI : Tingkatkan Pemantauan Penyebaran Radikalisme

Ia mengaku telah berulang kali ditetapkan menjadi tersangka. Pencekalan atas dirinya juga mengaku sudah ia dengar.”Tersangka tidak harus jadi pengadilan, saya ini jadi tersangka sudah 11 kali dan saya baru masuk pengadilan di tahun politik ini gitu. Kalau dicekal saya itu udah dicekal memang,” kata Dhani.

Polda Jatim: Silakan Ahmad Dani Ajukan Praperadilan

Kepolisian Daerah Jawa Timur mempersilakan musisi Ahmad Dhani Prasetyo mengajukan  praperadilan, terkait  penetapan  dirinya sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik atau ujaran kebencian.

Hal itu untuk membuktikan benar atau tidaknya ada kriminalisasi dalam kasus tersebut. “Kalau bilang dikriminalisasi  silakan  diuji di praperadilan.  Di situ akan diuji langkah ini  kriminalisasi dari polisi atau tidak,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Barung mengatakan dalam menetapkan tersangka, polisi melihat bukti salah satunya adalah  video Dhani   yang  diunggah ke media sosial. Dalam video itu ada kata-kata yang harus diterjemahkan dengan bahasa pidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tahun 2016. ” Polisi tidak bisa menerjamahkan (bahasa) itu sehingga  menjadi kriminalisasi. Polisi hanya mengambil ahli bahasa apakah sudah masuk dalam kategori pencemaran nama baik, ujaran kebencian dan sebagainya yang masuk dalam UU ITE itu,” tuturnya.

Ditegaskan Barung, kasus Dhani merupakam pertaruhan untuk profesionalisme dan proporsionalisme Polri. “Praperadilan hak setiap negara. Jika menganggap dikriminalisasi, uji kami di praperadilan,” ujarnya.

Pihak kepolisian saat ini telah melakukan pemanggilan yang kedua dengan status tersangka untuk Ahmad Dhani, dan akan melakukan pemanggilan dengan membawa jika pentolan Band Dewa 19 itu tidak  juga  datang.  ” Hari  Selasa (23/10), jika tidak datang kami akan melakukan dua alternatif, apakah hanya pemanggilan saja atau kah dengan surat pemanggilan dan membawa,” ucap Barung. Sumber : (George/Chd)

Baca Juga :  Jelang Pilkada Serentak Tahun 2020, Kapolres Ajak Netizen Gresik Siap Jogo Jatim