Berlangganan

METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Bupati Minahasa : Luncurkan Gerakan Sehari Tanpa Nasi

3 min read

Metama Minahasa (Sulut) – Dalam Lomba Cipta Menu B2SA (Beragam Bergizi seimbang dan Aman), Berbasis Sumber Daya Lokal (BSDL), di lapangan Tenis Indoor, Sasaran Tondano, Senin (3/12/2018), Bupati Minahasa Royke Oktavian Roring (ROR), resmi meluncurkan gerakan sehari tanpa nasi dalam seminggu.

Gerakan sehari tanpa nasi ini, menurut ROR bertujuan meningkatkan komsumsi pangan lokal yang kaya akan karbohidrat seperti umbi-umbian yakni ubi jalar, ubi jalar ungu, singkong, talas, jagung, dan pisang. Menurutnya lagi, saat ini terjadi beberapa permasalahan terkait pola konsumsi pangan masyarakat, antara lain ketergantungan pada satu makanan pokok yaitu beras atau nasi.

“Padahal, Kabupaten Minahasa kaya akan pangan sumber karbohidrat selain beras seperti, umbi-umbian yakni ubi jalar, ubi jalar ungu, singkong, talas, jagung, pisang dan masih banyak lagi,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut ROR, pemerintah melakukan upaya diversifikasi konsumsi pangan, dalam upaya mengurangi penggunaan beras serta meningkatkan cadangan beras lokal.” Rata-rata dalam setahun setiap orang mengkomsumsi beras sebanyak kurang lebih 2 karung beras, jika kita bisa mengurangi itu, maka cadangan beras kita tentu akan meningkat,” imbuhnya.“Untuk itu, sesuai juga dengan instruksi Bupati nomor 3 tahun 2018 tentang penggunaan pangan lokal sebagai sumber makanan dilingkungan Pemkab Minahasa, maka saya berharap para Kepala SKPD, Kepala Bagian, Camat, Lurah/ Hukum Tua, untuk melaksanakan dan menseriusinya, dengan menyajikan snack dan makanan yang berbahan baku pangan lokal disetiap acara pemerintahan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Minahasa Wenny Talumewo mengatakan, gerakan sehari tanpa nasi ini, akan mulai diberlakukan setiap hari Senin, dan akan dimulai pada Senin pekan depan.Terkait Lomba Cipta Menu B2SA Berbasis Sumber Daya Lokal (BSDL), antar Kecamatan se-Kabupaten Minahasa, Ketua TP-PKK Minahasa Fenny Ch M Roring-Lumanauw mengatakan, Lomba Cipta Menu B2SA BSDL ini adalah hasil kerjasama TP-PKK Kabupaten Minahasa dengan Dinas Pangan Minahasa, dengan maksud untuk mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat tentang penerapan konsumsi pangan B2SA BSDL.“Kita patut mengucap syukur karena diawal bulan Desember ini dapat melaksanakan kegiatan Lomba Cipta menu B2SA BSDL tingkat Kabupaten Minahasa tahun 2018.

Baca Juga :  Mantan Komisioner KPK Busyro : Kritik Jokowi soal RUU KPK: " Presiden Ini Main-main "

Hal ini penting dilakukan mengingat, karena untuk hidup sehat, aktif dan produktif sangatlah penting untuk kita mengkonsumsi pangan B2SA,” tukasnya.Dirinya berharap, Lomba Cipta Menu B2SA BSDL ini dapat diaplikasikan, sehingga bisa memberikan dampak positif dalam kesehatan tubuh masyarakat Minahasa, dan teristimewa para ibu-ibu dapat mengkreasikan menu pangan lokal B2SA, serta mengurangi konsumsi beras dan terigu.“Saya mengajak ibu-ibu TP-PKK untuk menindaklanjuti program ketahanan pangan ini sehingga akan terwujud masyarakat yang lebih cerdas, aktif, sehat dan produktif untuk berperan aktif menjadi pendorong bagi bapak-bapak dalam segala aktivitas, bukan hanya kegiatan saat ini tapi kegiatan dan program kerja Pemerintah Kabupaten Minahasa. Pemenang Lomba ini akan diikutsertakan pada lomba yang sama tingkat Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2019,” pungkasnya.

Adapun Pemenang Lomba Cipta Menu Tingkat Kabupaten Minahasa tahun 2018 ini yakni, Juara 1 Kecamatan Mandolang, Juara 2 Kecamatan Pineleng, Juara 3 Kecamatan Sonder, Juara 4 Kecamatan Tondano Utara, Juara 5 Kecamatan Remboken dan Juara 6 Kecamatan Tombariri.Turut hadir Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Sekda Minahasa Jeffry Robby Korengkeng, Wakil Ketua TP-PKK Minahasa Martina Dondokambey-Lengkong, serta ketua Dharma Wanita Persatuan Minahasa Seeve Korengkeng-Warouw – (Benly/Vian)