METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Polres Kotamubagu : Tangkap Pengedar Uang Palsu

2 min read

Metama, Kotamubagu,(Sulut) – Polres Kotamobagu Polda Sulut, menggelar jumpa pers dalam Kasus pengedaran uang palsu yang ditangkap oleh  jajaran Polsek Bolaang terus diungkap dan dikembangkan, jika sebelumnya Polisi hanya menemukan 13 lembar uang pecahan 50 ribu, kini polisi berhasil  kembali menemukan uang sejumlah  26.5  juta  uang palsu pecahan 50 ribu.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Kota Kotamobagu AKBP Gani.F. Siahaan,SiK.MH saat menggelar konfrensi pers dengan sejumlah media di Mapolres Kotamobagu yang didampingi KBO Reskrim Iptu HI. Syahroni,SiP dan Kasubag Humas Akp. Saiful Tammu, Senin,3/12/2018.

“Pasca  menangkap MM alias Man saat membeli BBM di SPBU  Bolaang, tim Reskrim melakukan pengembangan dan menemukan uang palsu 26.5 juta di rumah RM alias Ris,” terang Kapolres kepada awak media yang meliput Press release pagi tadi. Selain uang, Handphone, laptop serta kendaraan yang digunakan tersangka turut diamankan. Dari pengakuan tersangka kata Gani, jika uang tersebut dicetak disalah satu kota yang ada di Pulau Jawa.

Uang tersebut diduga diedarkan di Sulawesi Utara dan baru ditemukan di wilayah Bolaang Mongondow. Menurut Kapolres Kotamobagu  bahwa MM juga tercatat sebagai calon anggota legislatif yang maju di PIleg 2019 dari salah satu partai. Di duga uang palsu yang didapat ini akan diedarkan pada pencalonannya. Gani menambahkan, uang 26.5 juta itu ditemukan di rumah RIS  di Desa Poigar Kecamatan Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow.

Kasus tersebut terungkap saat MM membeli BBM di SPBU Desa Tadoy  pada Rabu (21/11). Dengan menggunakan mobil Avanza merah Maron, MM kemudian membayar menggunakan uang pecahan 50 ribu kepada petugas.

Namun karena merasa janggal dengan kondisi uang tersebut, akhirnya dilaporkan dan dilakukan pengejaran jajaran Polsek Bolaang dan berhasil diamankan. MM diketahui sebagai warga Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow yang merupakan Caleg  Kabupaten Kepulauan Talaud.

Baca Juga :  LSM Barisan Solidaritas Muslim (BSM) : Galang Dana Korban Bencana Alam di Palu Dan Donggala.

Hingga kini polisi terus mendalami kasus tersebut  karena tidak menutup kemungkinan para pelaku akan bertambah. “Untuk sementara dua orang kita tetap sebagai tersangka yakni MM dan RM. Dan tidak menutup kemungkinan, akan ada tersangka baru,” (Marthin).