Berlangganan

METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Polrestabes Samarinda : Tangani 4 Kasus Ilegal Mining Di Tahun 2018

2 min read

Metama,Samarinda (Kaltim) : Kasus ilegal mining marak terjadi di kota Samarinda, namun hanya sedikit kasus yang bisa ditangani Polres Samarinda, Meskipun sejumlah kendala dihadapi penyidik untuk menjerat pelakunya ke meja Pengadilan. 

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto didampingi Wakil Kasat Reskrim Kombes Pol Triyanto menjelaskan kesulitan dialami polisi menyidik ilegal tambang karena kondisi jauhnya lokasi tambang dan kerap pelaku lebih dulu kabur.

“Kadang – kadang kesulitan kita adalah melakukan penindakan terjun ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) pelakunya sudah pergi atau kabur. Pergi ke TKP juga ada masalah lain kontur tanah, karena masuk masuk ke dalam,” kata Triyanto, pada Minggu (30/12/2018). lalu

Selain menghadapi masalah tersebut, polisi juga kesulitan menyidik korban anak tewas di kolam tambang, karena pihak keluarga korban tak mau memperkarakannya. “Banyak kesulitan kita hadapi untuk melakukan penyidikan.

Dari korban sendiri tidak mau memperkarakan itu. Ataupun lubang itu bukan tambang, tapi misalkan itu genangan air ada anak main disitu. Ini perlu penyelidikan lebih lanjut,” jelas Triyanto.

Triyanto menambahkan dalam kasus anak meninggal dunia di kolam bekas tambang ada satu kasus sudah naik dalam penyidikan. “Kasus korban lubang tambang kita tidak menggunakan UU Pertambangan tapi pasal pidana kelalaian menyebabkan kematian,” kata Triyanto.

Saat ini jumlah total kasus ilegal minning dilaporkan ke Polres Samarinda sebanyak 4 kasus dan baru tiga kasus bisa diselesaikan. Empat orang ditetapkan tersangka dalam kasus ilegal minning. “Satu kasus ilegal minning belum selesai karena baru saja tertangkap dan kemungkinan tahun 2019 sudah selesai,” kata Triyanto.

Adapun dalam menyidik kasus ilegal minning, barang bukti yang disita penyidik yaitu 1 unit excavator, 4 unit Dum truk muatan batubara, 4 kunci kontak, 4 lembar nota, 1 lembar surat tilang, 1 lembar surat penyitaan M Raffi, 3 lembar STNK, uang tunai Rp 60 juta, batubara 100 metrik ton, 2 unit excavator merk  Komatsu pc 200 warna kuning dan perjanjian sewa unit excavator. (FDL)

Baca Juga :  KPK Periksa 63 Kepsek di Riau Buntut Pemerasan Oknum Jaksa