Berlangganan

METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Demokrat Minta Penjelasan Kapolri : Polisi Mendatangi Rumah Orang Tua Andi Arief

2 min read

Metama,Jakarta : Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyebut rumahnya di Lampung didatangi Polisi. Namun dia tidak menyebutkan maksud dan tujuan Polisi mendatangi rumahnya.

Partai Demokrat mempertanyakan cara-cara yang dilakukan Polisi. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik meminta polisi memberikan penjelasan. Apalagi rumah di Lampung merupakan kediaman orang tua Andi Arief.

” Kami mendesak Kapolri Tito Karnavian segera memberi penjelasan ikhwal percobaan penjemputan paksa oleh Polisi terhadap Wakil Sekretaris  Jenderal Partai Demokrat Andi Arief ke rumah orang tuanya di Lampung,” ujar Rachland, Jumat (4/1).

Dia mengingatkan polisi, pemanggilan paksa hanya bisa dilakukan polisi setelah seseorang tiga kali tidak memenuhi panggilan. Sampai hari ini, Andi Arief belum pernah sekalipun mendapat panggilan Polisi dalam kasus apapun yang mungkin disangkakan kepadanya.

“Apabila Andi menjadi target operasi Polisi, maka kami menilai Polisi telah melakukan excessive use of power yang sepenuhnya tidak bisa diterima,” tegasnya. Rachland menuturkan, sejak muda Andi Arief dikenal sebagai aktivis yang tak gentar bersuara. Dia juga disebut-sebut ikut membidani kelahiran reformasi dan merawat pertumbuhan demokrasi di negeri ini.

“Dalam  pengertian  apapun, Andi Arief  bukan  pelaku kriminalitas yang dapat memberi polisi justifikasi yang masuk akal terhadap upaya penjemputan paksa terhadapnya. “Demokrat memastikan Andi Arief  bakal  memenuhi panggilan jika memang keterangannya dibutuhkan polisi.

Demokrat siap mendampingi Andi Arief memenuhi panggilan polisi. Namun Polisi berkewajiban melakukan tugas tugasnya dalam cara yang menghormati hak-hak sipil, bukan malah melanggarnya . “Kami menunggu klarifikasi segera dari Kapolri — termasuk apakah penjemputan paksa itu adalah buah dari pertimbangan otonom hukum atau pesanan dari otoritas politik,” tutupnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyebut rumahnya di Lampung didatangi Polisi. Namun dia tidak menyebutkan maksud dan tujuan Polisi mendatangi rumahnya.

Baca Juga :  Menkopolhukam Mahfud MD : Polri-Kejaksaan Bisa Lebih Hebat dari KPK

Pernyataan itu disampaikan melalui akun twitternya. Dia menyayangkan langkah ke polisian langsung mendatangi rumahnya. Padahal, Andi berjanji datang ke kantor polisi jika diminta.”Rumah saya di lampung digeruduk dua mobil Polda mengaku cyber.

Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik2 kalau saya diperlukan,” tulis Andi Arief melalui  akun  twitternya. Kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Andi Arief mempertanyakan langkah tersebut.

Dia merasa  seolah  diperlakukan seperti pelaku kejahatan.”Pak  Kapolri, jangan kejam terhadap rakyat. Salah saya apa. Kenapa saya hendak diperlakukan sebagai teroris. Saya akan hadir jika dipanggil dan duperlukan. “Ini bukan negara komunis. Penggerudukan rumah saya di lampung seperti negara komunis. Mohon hentikan Bapak Presiden.”  (Red F/S-MC)