METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

KPU : Ungkap Kronologi Beredarnya HOAKS 7 Kontainer Surat Suara

3 min read

Metama,Jakarta : Beredarnya kabar   7 kontainer surat suara Pilpres dari China sudah tercoblos untuk pasangan nomor urut  01 Jokowi– Ma’ruf Amin, terlebih surat suara itu kabarnya tersimpan di Tanjung Priok.

Isu tersebut menyebar  luas  setelah Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief  mentweet informasi dari rekaman suara itu lewat Twitter-nya pada pukul 20.05 WIB Rabu (2/1). Andi Arief   menegaskan, informasi tentang 7 kontainer berisi surat suara tercoblos itu juga ramai dibahas digrup WhatsApp.

Mohon  dicek  kabarnya  ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya, karena ini kabar sudah beredar,” tulis Andi.  KPU dan Bawaslu  langsung  bergerak  cepat untuk mengecek kabar soal pencoblosan surat suara. Dalam hitungan jam bisa terungkap setelah kabar itu ramai. Ternyata kabar itu hoaks. Berikut ulasannya:

 KPU dan Bawaslu Cek Langsung ke Lokasi

Ketua KPU RI Arief Budiman dan jajaran Bawaslu langsung mengecek terkait informasi tujuh kontainer surat suara asal Tiongkok yang sudah tercoblos di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok Jakarta, Rabu (2/1) malam, “Kami datang ke sini untuk mengecek secara langsung informasi itu. Kenapa kami ke sini (Bea Cukai)?  Karena semua data kontainer yang masuk dari luar negeri, termasuk dari China akan terdata di sini. Tunggu dahulu untuk informasi selanjutnya,” kata Arief Budiman setibanya di Kantor Bea Cukai Tanjung Priok.

Surat Suara Tercoblos Hoaks

Usai melakukan pengecekan, Ketua KPU Arief Budimanmenegaskan informasi tujuh kontainer surat suara asal Tiongkok  yang sudah tercoblos untuk pasangan nomor 01 tidak benar alias hoaks, “Kami memastikan tidak bahwa ada 7 kontainer berisi masing-masing 10 juta surat suara yang sudah tercoblos untuk nomor 01.  Tidak benar juga ada TNI AL yang menemukan itu.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Mantan Bupati Cirebon Tersangka "Dugaan" TPPU Rp 51 Miliar

Tidak benar juga KPU menyita satu kontainer yang sudah terbuka tersebut. Semua berita itu bohong,” jelas Arief di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

KPU Laporkan Penyebar Hoaks ke Bareskrim

KPU RI melaporkan pembuat dan penyebar hoaks 7 kontainer berisi surat suara tercoblos ke Bareskrim Polri.  Ketua KPU Arief Budiman menyatakan KPU siap melawan siapa saja pembuat dan penyebar hoaks. KPU membawa salinan tulisan berita, gambar hingga suara yang akan diserahkan pada polisi sebagai barang bukti, “Dan maka hari ini kami akan melaporkan ke Bareskrim agar ditangkap siapa yang menyebarkan. Kami berharap supaya bisa ditindak sesuai aturan berlaku,” Kata Arief Budiman.

Sebelum KPU melaporkan kasus ini ke Bareskrim, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo terlebih dahulu menyambangi  Bareskrim. Mendagri meminta agar Bareskrim Polri mengusut tuntas kasus berita hoaks surat suara yang telah dicoblos. “Sebagai Mendagri saya meminta resmi kepada Bareskrim mengusut tuntas, mencari siapa yang menyebarkan berita itu,” ucap Tjahjo.

Berasal dari Rekaman Seseorang

Pihak Kepolisian sudah mengantongi sejumlah barang bukti terkait hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos. Salah satu bukti itu polisi sudah mengantongi rekaman seseorang menyebarkan kabar bohong tersebut. Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto mengatakan, rekaman suara itu sedang diinvestigasi, “Sudah, dari tadi malam juga sudah, bahkan saya dapat kiriman dari teman-teman media ini suara siapa. Kalau teman-teman wartawan itu tahu suaranya siapa, lapor kepada saya. Segera saya jadikan alat bukti nanti,” ujar Arief.

Inilah Isi Rekamannya

Sebelumnya  beredar  luas  rekaman suara pria berdurasi 44 detik, menyebut ada 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos. Rekaman itu beredar luas di aplikasi percakapan WhatsApp. Berikut isi rekaman suara tersebut:

Baca Juga :  Kementerian PDT Instruksikan Para Pendamping Desa Lakukan Verifikasi.

Sekarang ini ada 7 kontainer di Tanjung Priok, sekarang lagi geger. Marinir sudah turun, sudah dibuka satu. Isinya kartu suara yang dicoblos nomor satu. Sudah dicoblos Jokowi. Mungkin dari China itu. Total katanya, kalau 1 kontainer 10 juta, berarti kalau ada 7 kontainer, ada 70 juta suara sudah dicoblos nomor satu. Tolong disampaikan ke akses, ke Pak Dharma kek, atau Gerindra Pusat, untuk  segera  ke sana, minta dikirimin nomor telepon orangku yang di sana. Untuk membimbing ke kontainer itu. Ya, atau syukur ekses Pak Djoko Santoso, pasti marah kalau beliau. Langsung ngecek sana ya,” ucap seseorang dalam rekaman tersebut. (Red/F-S-MC)