METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Kabidhumas Polda Lampung : Bantah Tidak Ada Penggerudukan Rumah Andi Arief

2 min read

Metama, Lampung :  Beredarnya berita pihak polri menggeruduk rumah politisi Demokrat Andi Arief, di jawab secara resmi oleh Kabidhumas Polda Lampung  dalam keterangannya ” Membantah Bahwa Rumah Politikus Demokrat ” Andi Arief  digeruduk oleh Tim Siber Polda Lampung.

Kepolisian pun menegaskan bahwa  Tidak Ada Kegiatan Penggeledahan di rumah yang disinyalir milik Andi Arief. ” Itu Tidak benar. Itu tidak ada penindakan di sana,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulystianingsih kepada  media, Jumat (4/1/2018).

Sulys mengatakan, kepolisian mendatangi rumah Andi. Namun, saat didatangi, kepolisian justru mendapati rumah tersebut bukan lagi milik Andi. ” Itu bukan rumah Andi Arief. Sudah dijual, bukan rumah Andi Arief,” kata Sulys.

Ia tidak merinci alamat rumah yang disebut rumah Andi Arief. Namun, sepengetahuan Sulys, rumah tersebut sudah dijual tahun 2014 dan tak lagi milik Andi. Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengaku rumahnya digeruduk dan disatroni kepolisian dari Polda Lampung pada Jumat (4/1/2018) siang, lewat akun Twitternya.  Andi mengaku tak bersalah dan siap hadir jika diperlukan keterangannya oleh pihak kepolisian.

“Rumah saya di Lampung digeruduk dua mobil Polda mengaku Cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik-baik kalau saya diperlukan,” tulisnya  lewat  akun Twitternya, pukul 11.26 WIB. Ia juga meminta Kapolri Tito Karnavian agar jangan berlaku kejam terhadap dirinya karena ia hanya rakyat biasa dan bukan teroris.

“Pak Kapolri, jangan kejam terhadap rakyat. Salah saya apa. Kenapa saya hendak diperlakukan sebagai teroris. Saya akan hadir jika dipanggil dan duperlukan,” tulisnya. Di akhir cuitan, ia juga menjelaskan bahwa Indonesia bukanlah negara komunis dan penggerudukan rumah rakyat hanya membuat Indonesia terlihat seperti negara komunis.

Baca Juga :  PN Tipikor Jakpus : Vonis 1 Tahun 8 Bulan Penjara Bagi Petinggi “Anak Usaha PT.Sinar Mas”

Oleh karena itu, ia meminta Presiden Joko Widodo untuk menghentikan semua tindakan kepolisian tersebut.”Ini bukan negara komunis. Penggerudukan rumah saya di Lampung seperti negara komunis. Mohon hentikan Bapak Presiden,” katanya. (Red F/S-TR)