METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Australia : Menentang Pembebasan Tanpa Syarat Ustaz Baasyir

2 min read

Metama,Jakarta  : Sebagaimana dilansir oleh Media-media Asing Khususnya Australia yang memberikan kecaman cukup keras atas pembebasan Bersayarat Ustadz Abu Bakar Baasyir. oleh Pemerintah Indonesia berdasarkan Pertimbangan Kemanusiaan. tentunya kedaulatan hukum di Indonesia tidak bisa di Intervensi oleh kepentingan Pihak Asing, Meskipun Keputusan Pemerintah mendapatkan Kecaman oleh media asing.

Media ABC News menulis, pada awal tahun ini calon wakil presiden (cawapres) Maaruf Amin mendesak Baasyir dibebaskan karena usianya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Pada saat itu, tulis ABC News, Australia menentang dengan keras pembebasan tanpa syarat Baasyir.

Pada bulan Maret 2018, Mantan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menggambarkan Baasyir sebagai ‘otak’ dibalik serangan Bom Bali. Dalam pernyataannya, Bishop mengatakan, Australia mengharapkan keadilan terus dilanjutkan sejauh yang diizinkan hukum Indonesia.

“Abu Bakar Baasyir seharusnya tidak pernah diizinkan untuk menghasut orang lain melakukan serangan terhadap warga sipil yang tidak bersalah di masa depan,” kata pernyataan Bishob tersebut.

Keluarga dan teman korban bom Bali pada 2002 marah dengan pembebasan tanpa syarat yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Ustaz Abu Bakar Baasyir.

Berdasarkan catatan peristiwa Bom Bali yang menewaskan pada  202  jiwa dan  88 diantaranya warga negara Australia. ” Mereka Tertegun bahwa Ustadz Baasyir akan dibebaskan, benar-benar berita yang menghancurkan sebagaimana  sepenuhnya  ia akan menjalani hidupnya sementara orang lain menderita melihatnya  keluar dari penjara,” kata Jan Laczynski, yang kehilangan lima orang temannya dalam Bom Bali, kepada the Sydney Morning Herald, Jumat (18/1).

The Sydney Morning Herald menulis, Joko Widodo membebaskan Baashir untuk menarik suara Muslim  konservatif  dalam pemilihan presiden yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang. Mereka juga menulis kemungkinan besar keputusan ini akan diprotes keras oleh sekutu-sekutu Indonesia terutama Australia yang kehilangan banyak nyawa dalam kejahatan Baasyir.

Baca Juga :  Mutasi 28 Perwira Di Lingkungan Polda Jawa Timur

Sebelumnya,  diberitakan  Jokowi menyebut pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir dilakukan atas dasar pertimbangan alasan Kemanusiaan. “Ya yang pertama memang alasan kemanusiaan. Artinya beliau kan sudah sepuh, ya pertimbangannya kemanusiaan,” Tegas  Joko  Widodo. (Red F/ S-Rep)