METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Pengakuan Pembunuh Mayat Dalam Tong Plastik,” Coba Diberi Rp 100 Ribu Gak Terjadi”

3 min read

Metama,Surabaya (Jatim) : Pengakuan mengejutkan diiungkapkan Syaifur Rizal (19) dan Muhammad Ari (20), tersangka pembunuh Esther Lilik, pengusaha Laundry Surabaya. Dua pemuda asal Bawean Gresik ini tega membunuh majikannya Esther LIlik karena serangkaian dendam pribadi. Bahkan tak cuma membunuh Esther LIlik, dua pemuda ini tega membuang mayatnya ke dalam tong plastik hijau di semak-semak Jalan Romokalisari, Surabaya, Jawa Timur.

Bagaimana sampai pembunuhan tragis itu terjadi, berikut pengakuan para Pelaku :

Sakit Hati Dimarahi  Syaifur Rizal dan Muhammad Ari  merencanakan aksinya karena sakit hati pada korban.Keduanya membunuh Ester Lilik (51) di tempat mereka bekerja, Jalan Simpang Darmo Permai Selatan XV Surabaya, Senin (14/1/2019).Saat itu, sekitar pukul 17.40 WIB, korban datang dalam kondisi marah mendapati pagar ruko terbuka,Ia kemudian mengusir tersangka.Kemarahan korban menyulut emosi kedua tersangka.

Mereka kemudian naik ke lantai dua ruko dan berniat berkemas. Di kamar istirahat, Mumammad Ari dan Syaifur Rizal saling mengungkapkan kekesalannya kepada korban hingga akhirnya mereka berniat menghabisinya. Mereka kemudian turun ke lantai dasar, dan di sanalah aksi kejam itu dilakukan.

Tak Diberi Uang Makan Selama delapan hari kerja, Syaifur dan Ari dijanjikan uang Rp 50 ribu sebagai uang makan. sementara gaji yang dijanjikan Rp 1,2 juta per bulan. Namun saat meminta uang kepada korban, tersangka justru mendapat omelan.

Dituduh Curi Handphone,Tak cuma soal uang makan mereka sakit hati ke majikannya.  Syaifur RIzal juga mengaku dituduh mencuri handphone milik majikannya.  Bahkan karena itu dia pernah diusir sang majikan. “Saya jarang dikasih makan, giliran minta uang makan dimarahi dituduh curi handphone, diusir,” ujar SR.

Minta Rp 100 Ribu Tak Diberi,Syaifur RIzal dan  Muhammad Ari merasa dibohongi karena tak diberi uang makan yang sudah dijanjikan. Mereka mengaku uang itu akan digunakannya untuk pulang kampung ke Bawean, Gresik.  Mereka juga tak diberi saat meminta uang Rp 100 ribu untuk pulang ke bawean. “Kita menyesal, kemarin sakit hati gak dikasih uang. Coba dikasih Rp 100.000 buat pulang, kita gak akan berani melakukan itu,” kata SR, Jumat (18/1/2019), diberitakan, Polrestabes Surabaya akhirnya mengungkap pelaku pembunuhan terhadap Esther Lilik (51) seorang bos pengusaha laundry.

Baca Juga :  Kapolres Minut Pimpin Rakor Pengamanan Nataru

Pembunuhan ini terungkap setelah warga menemukan mayat wanita terbungkus kain putih dalam tong plastik di Jalan Romokalisari pada Kamis (17/1/2019).Penemuan mayat tersebut diketahui seorang pemulung yang berniat mengambil tong plastik.Namun saat didekati, saksi justru mencium bau busuk dan dilihatnya bercak darah serta ada mayat terbungkus kain.

Pemulung tersebut kemudian melapor ke sekuriti Maspion, lalu sejumlah polisi mendatangi lokasi.Kaki dan tangan diikat ke belakang, tubuhnya ditutup selimut sprei berwarna putih dan dimasukan ke dalam tong plastik berwarna hijau.Jenazah korban ditemukan sudah dalam kondisi membusuk di semak-semak Jalan.

Evakuasi mayat perempuan terbungkus kain putih dalam tong yang ditemukan di semak-semak Romokalisari Surabaya, Kamis (17/1/2019).Polrestabes Surabaya berhasil menangkap pelaku.Diketahui pelaku merupakan dua orang karyawan korban yang merupakan warga Gresik.

Kedua pelaku ini,Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, korban dipukul di bagian dada dan kepala, lalu lehernya dicekik oleh kedua tersangka.Tersangka kemudian membungkus majikannya menggunakan seprai hotel yang dilaundry di usaha milik sang majikan.

Kedua pelaku pun mengikat tangan dan kaki korban menggunakan seprai yang sama. Tubuh korban lalu dimasukan ke dalam tong plastik hijau yang kerap digunakan wadah kain laundry.(Chand/Kevin)