METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Polres Muara Teweh : Amankan 8 Truk ” Diduga” Muat Kayu Ilegal

2 min read

 

 

 

 

 

 

 

Metama, Barito Utara : Illegal Logging diwilayah Polres Barito Utara (Polda Kalimantan Tengah),menjadi atensi Polres Barito Utara berhasil mengamankan tujuh tersangka pembalakan liar kawasan hutan yang terdapat di Kecamatan Teweh Timur, di Jalan Blok  PT.Bharinto Ekatama Desa Benangin I kecamatan Teweh Tengah.

Dalam keterangan persnya Kapolres Barut AKBP Dostan Matheus Siregar, menyampaikan dalam penangkapan tersebut, petugas berhasil meringkus tujuh tersangka berinisial SF (27), Aal (33), YU (45), MP (35) RE (43), IS (31) dan R (35).

“Penangkapan pada hari, Sabtu 26 Januari 2019 pukul 19.00 WIB, ini berawal dari adanya laporan masyarakat bahwa ada truk yang melakukan kegiatan pengangkutan kayu olahan jenis Balau dan Meranti, atas laporan tersebut  anggota langsung melakukan pengecekan,” papar Kapolres Saat melakukan Press Conference di Muara Teweh, Jumat (1/2/2019).

Ia menambahkan, pada saat sampai di tempat kejadian perkara (TKP) ternyata benar di temukan delapan unit mobil truk yang telah melakukan kegiatan pengangkutan terhadap kayu-kayu olahan, setelah itu pihak kepolisian mengamankan terlapor dan barang bukti.

“Menurut pengakuan para tersangka kayu olahan tersebut akan di bawa ke Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda. Kegiatan ilegal ini menurut para tersangka dilakukan baru pertama kali, dengan imbalan Rp 800 ribu per kubik,” katanya.

Lebih lanjut Kapolres AKBP Dostan Matheus Siregar  menjelaskan, untuk barang bukti kayu tersebut saat ini belum bisa di hitung karena sebagian masih ada di lokasi.“Sampai saat ini kami masih mengembangkan siapa cukong para tersangka ini, karena mereka hanya sebagai sopir, pasti ada yang memerintahkan mereka,” ungkapnya. Akibat perbuatan ke tujuh orang tersangka di sangkakan dengan Pasal 83 ayat (1) huruf b UU RI nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan Pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp2.5 miliar.

Saat di tanya wartawan bagaimana dengan masyarakat yang mengolah kayu untuk kebutuhan rumah dan lokal, Kapolres menyampaikan bahwa pihaknya hingga saat ini masih melakukan kordinasi dengan pemerintah Daerah.“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk kebutuhan kayu masyarakat, agar mereka terhindar dari tindak pidana, kami sudah berkordinas nanti hasilnya akan kami sampaikan,” pungkasnya. (Red F)