METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Penyelidik KPK Di Duga ” Dianiaya” Selesai Menjalani Operasi

4 min read

Metama,Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam keterangan persnya kepada media mengatakan bahwa, pegawai yang dianiaya saat bertugas di salah satu hotel di Jakarta Pusat, pada Sabtu (2/2) malam, telah selesai dioperasi. Sebelumnya, pegawai  yang  bertugas  itu mendapat tindakan  yang  tidak  pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh.

” Tadi terakhir saya dapat informasi proses operasi terhadap bagian hidung sudah dilakukan dan  Alhamdulillah berhasil,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Senin (4/2).

Sebelumnya, KPK menjelaskan kronologi singkat terkait dua penyelidik KPK yang diserang itu. “Pegawai  KPK  ini memang ditugaskan secara resmi oleh KPK setelah kami mendapatkan informasi dari masyarakat tentang indikasi tindak pidana korupsi, itu kewajiban KPK untuk menjalankan tugas ketika informasi kami dapatkan dari masyarakat,” kata Febri.

Ia menjelaskan setelah pukul 00.00 pada Ahad (3/2) dini hari, beberapa orang mendekati tim KPK tersebut  dan  membawa  ke  suatu tempat di hotel tersebut. “Bertanya beberapa hal dan sampai akhirnya pegawai KPK menyampaikan, ‘kami ditugaskan secara resmi dan merupakan pegawai KPK’, tetapi penganiayaan dan pemukulan tetap dilakukan terhadap mereka,” ungkap Febri.

Untuk diketahui di hotel tersebut sedang berlangsung rapat pembahasan hasil review Kemendagri terhadap RAPBD Papua Tahun Anggaran 2019 antara pihak pemerintah provinsi dan DPRD Papua. KPK  telah melaporkan secara resmi kasus penyerangan itu dan akan ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Kata Ketua DPRP Papua Soal Insiden Penganiayaan Anggota KPK

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Yunus Wonda memberikan pernyataan menyusul insiden  dengan  penyelidik  KPK, Ketua DPRP Papua menegaskan, tetap mendukung upaya pemberantasan  korupsi  oleh KPK. ” Kami  sangat  mendukung, hanya peristiwa Sabtu (2/2)  ketika foto-foto kami diambil KPK, ini privasi, tentu kami bertanya alasan pengambilan gambar tersebut,” katanya kepada media.

Baca Juga :  Detik Terkahir Almarhumah Ani Yudhoyono Sebelum Tiada

Menurut  Yunus,  dari  peristiwa tersebut, jika terjadi sesuatu, itu merupakan suatu tindakan spontanitas karena pihaknya merasa terganggu. Namun, pihaknya meluruskan agar tidak ada multitafsir terkait dengan kejadian penganiayaan atau pemukulan terhadap anggota KPK.

” Kondisi anggota KPK ketika diantar ke Polda Metro Jaya dalam keadaan baik sekali, sangat baik, bahkan ada foto terakhirnya, di mana terakhir keduanya duduk sama-sama,” ujarnya. Yunus menjelaskan, dirinya bersama dua anggota DPRP, Sekda Provinsi Papua, Asisten Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Papua, Ketua DPRD Kota Jayapura, dan beberapa staf OPD Pemprov Papua yang mengantar dua orang anggota KPK tersebut ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (4/2).

” Kami  antar ke Polda Metro Jaya hanya untuk memastikan apakah benar keduanya merupakan pegawai KPK, tidak ada muka memar atau berdarah, semua normal,” katanya lagi.  Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah membeberkan kronologi terjadinya penyerangan terhadap dua penyidik tersebut.  Dia menyebut dua penyelidik KPK mendapat serangan penganiayaan di Hotel Borobudur pada Sabtu (2/2) malam.

Kedua  penyelidik dianiaya saat ketahuan mengikuti Gubernur Papua Lukas Enembe dalam sebuah rapat di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/2). Lukas Enembe diketahui sedang rapat bersama Ketua DPRD Papua, anggota DPRD Papua, Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Hotel Borobudur.

Penyelidik KPK bernama Muhammad Gilang W tersebut diketahui oleh Sekda Papua Hery Dosinaen yang melihatnya mengambil gambar Lukas Enembe, dan melihat ada percakapan di WhatsApp dalam telepon salulernya, terkait kegiatan Lukas Enembe mengikuti rapat evaluasi bersama tim badan anggaran eksekutif, legislatif dan Kementerian Dalam Negeri.

Rapat bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap APBD Papua.”Kejadiannya menjelang tengah malam kemarin Sabtu, di Hotel Borobudur. Penyidik kami luka parah, robek dan patah tulang hidungnya, jadi harus dioperasi,” kata Febri saat dikonfirmasi, Ahad (3/2).

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Katingan Tengah Terobos Banjir Demi Bantu Warga

Polda Metro Jaya menjelaskan kronologi penganiayaan terhadap dua pegawai KPK yang laporannya sudah  diterima  pada Ahad (3/2) pukul 14.30 WIB.  ” Laporan pegawai KPK ke Polda Metro Jaya masuk pada Minggu pukul 14.30 WIB,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Senin.

Argo menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat Pemerintah Daerah Papua sedang melaksanakan rapat di Hotel Borobudur Lantai 19, Jakarta Pusat. “Pada saat rapat ada dua orang yang memotret kegiatan tersebut. Dan selesai rapat pada kegiatan makan di restoran dekat lobby ternyata masih ada orang yang memotret,” kata Argo.

Argo melanjutkan, pemotret tersebut selanjutnya didatangi oleh pihak Pemda Papua hingga terjadi cekcok dan keributan. “Karena  yang motret mengaku dari KPK, akhirnya teman kita itu dibawa ke Polda Metro Jaya untuk memastikan dia benar dari KPK berhubung saat ini banyak yang mengaku-ngaku,” kata Argo.

Akibat  kejadian  tersebut, kata Argo,  satu orang penyelidik KPK menjadi korban dan akhirnya membuat laporan pada Ahad pukul 14:30 WIB. “Ya tentunya penyidik akan melidik dulu. Penyidik sudah ke TKP, kita juga sudah mintakan visum di sana nanti langkah selanjutnya tunggu saja,” ujar Argo,Terkait kasus penganiayaan tersebut, KPK melaporkan pihak yang diduga melakukan penganiayaan ke Polda Metro Jaya. “Tiga Februari 2019 pukul 15.30 WIB, KPK melaporkan ke Sentra Pelayanan Terpadu Polda Metro Jaya tentang adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap dua orang pegawai KPK yang sedang bertugas,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Minggu (3/2).

Dari  pelaporan tadi,  disampaikan  bahwa  kasus ini akan ditangani Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Kriminal Umum (Jatantras Krimum) Polda Metro Jaya.

Baca Juga :  DPP Pemuda Pancasila Deklarasikan Diri Dukung Pasangan "NIAT" Dan Beri Gelar Kehormatan Pada Gus Yani

” Kejadian  dimulai dari menjelang tengah malam pada Sabtu (2/2) di Hotel Borobudur, Jakarta. Saat itu pegawai KPK ditugaskan untuk melakukan pengecekan di lapangan terhadap informasi masyarakat tentang adanya indikasi korupsi,” ungkap Febri.  ( Red F / S-Ant)