METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

TKN 01 : Lewat Partai Lebih Efektif, ” Polisi Ngaku Disuruh Dukung Jokowi

2 min read

Metama, Jateng :  Pasca beredarnya pengakuan Eks Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz, kepada media, Ia mengaku diperintah atasannya untuk memenangkan 01 Jokowi-Ma’ruf. dalam tanggapannya yang disampaikan oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan 01 menyatakan hal tersebut bukan jalan yang mereka tempuh. Direktur Program TKN Jokowi-Ma’ruf, Aria Bima, mengatakan pihaknya memiliki cara yang lebih efektif. Menurutnya, cara tersebut ialah dengan mengoptimalkan partai koalisi.”Partainya sudah besar seperti ini, saya kira mengoptimalkan partai lebih efektif.

TNI-Polri kalau netral saja kami sudah terbantu,” kata Aria usai mengikuti rapat internal PDIP di Solo, Minggu (31/3/2019). Caleg DPR RI dari PDIP itu mengatakan TNI-Polri sudah seharusnya bersikap netral. Namun dalam kenetralannya, aparat harus tegas menegakkan hukum.”Jadi jangan ada pembiaran kalau ada hoaks, fitnah.

Karena di bawah itu masih banyak yang menyebarkan Pak Jokowi anti-Islam, PKI,” katanya. Mengenai pengakuan aparat kepolisian di Garut itu, Aria menduga hal tersebut dilakukan oleh oknum. Dia meyakini institusi Polri masih netral dalam pemilu ini.”Memang ada perilaku, sekarang pun juga ada oknum TNI-Polri yang mendukung 02, oknum TNI-Polri mendukung 01. Tapi itu oknum, tidak dalam garis institusi atau lembaga, tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz menuding Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna yang memerintahkan dirinya dan kapolsek di Garut untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Namun Budi Satria, menyangkal kesaksian Sulman.

Dia bersumpah tidak pernah memerintahkan Sulman untuk menggalang dukungan kepada Jokowi.”Wah Demi Allah, sumpah saya nggak bisa berdiri kalau saya ngomong gitu,” tutur Budi saat di konfirmasi  media

(Red F/S-dtk)

Baca Juga :  Caleg PDIP Kota Bitung : Maikel Walewangko "Pengabdian Dan Melayani" Adalah Bentuk Pengabdian Pada Masyarakat