METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Jaksa Tuntut Ahmad Dani 1 Tahun 6 Bulan Penjara

2 min read

Metama, Surabaya – Sidang kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik dengan terdakwa Ahmad Dhani yang memasuki agenda sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (23/4/2019). Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hari Basuki, pentolan grup band Dewa 19 itu dituntut pidana selama 1 tahun 6 bulan penjara.

Sebelum masuk di ruang sidang Cakra, suami Mulan Jameela itu sempat berada lama di mobil tahanan Kejaksaan. Hal itu memicu kemarahan dari salah satu kuasa hukum Ahmad Dhani, Novi Manaban.

Novi mempertanyakan alasan JPU yang membiarkan kliennya di dalam mobil tahanan. “Dia (Ahmad Dhani) bukan teroris. Kalau tidak dikeluarkan segera, kembalikan saja ke Medaeng,” teriak Novi. Setelah hampir 30 menit, JPU akhirnya mengeluarkan Dhani dari dalam mobil tahanan, menuju ruang sidang Cakra. Ditanya mengenai kabar dirinya, Dhani hanya menjawab “Salam ke BPN (Badan Pemenangan Nasional),” katanya singkat sambil berlalu menuju ruang sidang.

Dalam sidang ini, JPU Hari Basuki menyebut, perbuatan Ahmad Dhani yang memposting video blog atau disebut vlog yang memuat kata ‘idiot’, dianggap telah memenuhi unsur pidana sebagaimana tertuang dalam Pasal 45 ayat 3 Jo Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomoe 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam pertimbangan JPU, adapun hal yang memberatkan, terdakwa tidak mengaku bersalah atas kasus yang didakwakan padanya. Perbuatan terdakwa juga menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan dalam upaya hukum kasasi. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama dalam persidangan.

“Menuntut agar Majelis Hakim menjatuhkan pidana selama 1 tahun 6 bulan penjara,” kata Hari Basuki.

Menanggapi tuntutan JPU, salah satu kuasa hukum Ahmad Dhani, Sahid mengaku akan menyusun pembelaan untuk kliennya. Pihaknya meminta waktu selama dua minggu untuk memantabkan pledoi (pembelaan). “Kami akan siapkan pledoi bagi klien kami,” katanya.

Usai menjalani persidangan, Dhani yang kembali dibawa ke mobil tahanan pun berteriak. “Prabowo menang,” teriaknya. Bahkan dirinya juga berpesan kepada BPN untuk menjaga dan mengawal Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Masyarakat dan rakyat alam semesta mengawal KPU. Itu pesan saya kepada BPN untuk membuat suatu forum rakyat mengawasi KPU,” kata Dhani sembari menuju mobil tahanan. (Kev)

Baca Juga :  Polisi Buru Pembuat dan Buzzer Isu Server KPU