METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Berkas Kivlan Zen soal Senpi Ilegal Masuk Tahap Penyelesaian

2 min read

Metama.com,Jakarta :  Berkas kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dengan tersangka Kivlan Zen telah masuk dalam tahap penyelesaian. Sementara  untuk kasus dugaan makar bakal diproses setelah kasus kepemilikan senpi selesai.

Sampai dengan hari ini informasi yang didapat dari penyidik Polda Metro Jaya untuk pemberkasan sudah tahap penyelesaian,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brgijen Dedi Prasetyo, Selasa (2/7).

Polisi beralasan tak bisa menyelesaikan dua kasus secara paralel atau dalam waktu bersamaan. ” Kalau misalnya sudah memiliki keputusan pengadilan yang tetap baru kasus yang lain diproses, artinya nunggu satu kasus ini kelar dulu,” tuturnya.

Di sisi lain, Dedi mengungkapkan sampai saat ini pihak kepolisian juga belum mengabulkan penangguhan penahanan yang diajukan oleh Kivlan.

Alasannya, Kivlan tidak kooperatif selama proses penyidikan kasus senjata api. ” Sampai hari ini belum ada informasi untuk dikabulkan, karena pertimbangan penyidik masih tetap seperti yang pernah saya sampaikan dulu karena yang bersangkutan tidak kooperatif dalam pemeriksaan,” ujarnya.

Kivlan melalui pengacaranya Tonin Tachta Singarimbun diketahui memohon perlindungan dan jaminan kepada sejumlah pihak agar polisi memberikan penangguhan penahanan.

Tonin mengatakan surat permohonan jaminan itu telah dikirimkan ke sejumlah tokoh sejak pekan lalu.Surat permohonan itu diketahui dikirim kepada sejumlah tokoh, yakni Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menkopolhukam Wiranto, Pangkostrad Letjen Besar Harto Karyawan, Kepala Staf Kostrad Mayjen Bambang Taufik, dan Danjen Kopassus Mayjen I Nyoman Cantiasa.

Dedi pernah menjelaskan bahwa siapa yang menjadi penjamin bukanlah satu-satunya alasan dikabulkannya penangguhan penahanan seorang tersangka. Kata dia, terdapat syarat lain yang juga penting untuk dipenuhi. Menurut dia, ada syarat lain yang mesti dipenuhi yakni bersikap kooperatif dengan membongkar semua hal terkait pokok perkara, berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan, tidak menghilangkan bukti, serta tidak melarikan diri.

Baca Juga :  Forkopimda Sulut Canangkan Desa Kanonang Satu Sebagai Kampung Tangguh Nusantara

Sidang Praperadilan Kivlan Zen Digelar 8 Juli

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan menggelar sidang praperadilan yang diajukan tersangka Kivlan Zen terkait kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan dugaan makar pada 8 Juli mendatang. 

Humas PN Jaksel Achamd Guntur mengatakan termohon atau pihak tergugat dalam praperadilan yang diajukan tersebut adalah Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya cq Direktur Reserse Kriminal Umum. Gugatan praperadilan itu terdaftar dengan nomor 75/ pid.pra/ 2019 / pn.jaksel. ” Sidang akan berlangsung pada 8 Juli dengan termohon Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya cq Direktur Reserse Kriminal Umum,” ujar Guntur saat dikonfirmasi, Rabu (26/6).

Guntur sendiri yang akan memimpin sidang praperadilan tersebut sebagai hakim tunggal.
Gugatan praperadilan dilakukan karena pihak Kivlan menilai ada pelanggaran prosedur yang dilakukan penyidik dalam proses penetapan tersangka hingga proses penahanan. 

Mereka menduga ada sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Polisi telah menetapkan Kivlan sebagai tersangka kasus dugaan makar pada akhir Mei 2019.

Beberapa waktu kemudian, polisi juga menetapkan Kivlan sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dalam pengembangan para tersangka terkait kerusuhan 22 Mei. 

Atas statusnya, Kivlan kemudian ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur sejak 30 Mei 2019 selama 20 hari.

Polisi selanjutnya memperpanjang masa penahanan Kivlan selama 40 hari ke depan terhitung sejak Selasa (18/6) lalu.

(Red F/Sc2n)