METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Pangdam Mulawarman Wacana Ibu Kota Dipindah, Pangdam Pastikan ” Keamanan Kaltim” Siap

2 min read

Metama.com,Balikpapan (Kaltim) : Wacana pemindahan Ibu Kota Negara di Kaltim semakin gencar dibicarakan. Apalagi setelah Gubernur Kaltim, Isran Noor dipanggil Presiden Joko Widodo untuk memaparkan kondisi geografis di wilayahnya terutama pada lokasi Bukit Soeharto, Kutai Kartanegara yang digadang-gadang bakal menjadi calon daerah pemindahan.

Seperti diketahui sebelumnya, Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi kawasan strategis untuk pemindahan Ibu Kota. Presiden sendiri sebelumnya telah melakukan kunjungan ke daerah tersebut untuk melihat langsung situasi dan kondisi di daerah itu.
Menanggapi persoalan pemindahan Ibu Kota ini tentu tak lepas dengan keamanan dan pertahanan suatu daerah, khususnya keamanan bagi Presiden dan Istana negara.
Kawasan Bukit Suharto yang tidak jauh dari Kodam VI Mulawarman di Balikpapan serta Polda Kaltim membuat pertahanan di daerah tersebut menjadi perhatian. Pasalnya Istana Negara dan pusat pemerintahan bakal dipindah ke lokasi tersebut.

Menanggapi hal itu, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto menjamin keamanan dan pertahanan di Kaltim sudah sangat siap. Namun untuk menunjang keamanan bagi kepala negara dan istana, dibutuhkan penambahan satuan yang baru.

“Kalau kesiapan kami kemaren sudah menyatakan siap untuk jadi ibu kota. Tapi akan ada satuan yang harus ditambah untuk pengamanan Presiden dan Istana,” katanya kemarin dihadapan awak media.

Hal ini didukung dengan adanya satuan yang dekat dengan lokasi pemindahan yakni Batalyon Kavaleri di KM 28 dan juga ditunjang dengan satuan lainnya yang bisa ditempuh sekira 30 sampai 40 menit saja untuk sampai di lokasi Istana Negara nantinya.

“Sekarang ini kan kekuatan kita masih tersebar, tetapi ada beberapa satuan yang posisinya dekat dengan rencana pembangunan. Contoh seperti Batalyon Kaveleri itu 30-40 menit apabila dibutuhkan bantuan.
Juga Batalyon 600 Rider posisinya juga dipinggir jalan tol berjarak paling lama satu jam,” jelasnya. Terkait penambahan satuan yang baru, menurut Pangdam VI Mulawarman menjelaskan, jika kebutuhan satuan tersebut hanya difokuskan untuk pengamanan Presiden dan istana negara saja.
“Intinya kita siap, yang sekarang sudah siap namun harus ada penambahan satuan baru itu,” tambahnya.
Ditanya apakah pihaknya telah membahas permasalahan keamanan dengan Kemenpolhukam, Subiyanto membenarkannya.
Baru-baru ini ia telah memaparkan kesiapan pertahanan dan keamanan wilayah Kaltim apabila ditunjuk sebagai Ibu Kota Negara yang baru. “Kita sudah berdiskusi dengan Kedeputian Polhukam di Kodam kemarin, dari segi pertahanan sudah kita sampaikan siap,” papar Pangdam.

Baca Juga :  AKBP Nanang Djunaedi: "Microlearning" Di Dedikasikan Untuk Polri

(Red F)