METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Menteri BUMN Copot Empat Direksi Garuda “Diduga” Terlibat Cargo Gelap

1 min read

Metama.com, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir pagi ini bertemu komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Dalam pertemuan itu, Erick menerima laporan komisaris dan membahas kasus kargo gelap. Salah satu hasil pertemuan itu adalah memberhentikan empat direksi.

Erick Thohir dalam pernyataanya mengatakan “Yang sangat menyedihkan ini sistemik, bukan akting seseorang. Ini yang saya sedih banget,” ujar Erick kepada media, pada Sabtu, 7 Desember 2019.

Dia menuturkan temuan terbaru ini membuka peluang Kementerian BUMN untuk merombak manajemen PT Garuda Indonesia. “Sesuai laporan komisaris nanti ada direksi lain yg akan dinonaktifkan. Ini bisa bongkar total jadinya.

Ada empat tambahan baru yang akan dinonaktifkan,” kata dia, Erick sebelumnya mengumumkan pencopotan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara lantaran terlibat kasus kargo gelap. “Saya sebagai Menteri BUMN akan berhentikan Dirut Garuda,” katanya di kantor Kementerian Keuangan.

Ari diketahui menjadi pemilik kargo gelap berupa motor Harley Davidson yang diselundupkan dari Prancis menuju Jakarta. Bea dan Cukai Soekarno-Hatta menyita benda itu di hanggar Garuda Maintenance Facility pada 17 November lalu.

Erick mengatakan sebenarnya menunggu pihak yang bersangkutan mengundurkan diri. Namun itu tidak terjadi hingga dia menerima laporan dari komisaris dan komite audit. “Tapi saya tidak dalam arti arogansi, karena prosedurnya sesuai. Ada laporan komisaris, ada dari komite audit, itu yg terpenting. Dan Alhamdulillah hari ini komisaris meeting lagi dengan saya,” ujar dia.

(Red F/S-tmp)

Baca Juga :  Satu Anggota TNI AD Tewas Dua Anggota Polri Terluka Saat Bentrok Di Papua

Berlangganan