METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Dirut Asabri : “Dituduh Dugaan” Korupsi, Ancam Ajukan Tuntutan Hukum

2 min read

Metama.com, Jakarta, Tanggapan disampaikan oleh Direktur Utama PT Asabri (Persero) Sonny Widjaja membantah adanya tudingan dugaan korupsi yang dialamatkan kepada perusahaan asuransi khusus prajurit TNI dan Polri tersebut. Ia menegaskan akan menempuh jalur hukum menuntut pihak-pihak yang mengakibatkan kegaduhan.

“Kepada pihak-pihak yang berbicara tentang Asabri, harap menggunakan data dan fakta yang sudah terverifikasi. Hentikan pendapat, pembicaraan yang tendensius, negatif, dan mengakibatkan kegaduhan. Saya akan menempuh jalur hukum jika masih dilakukan,” ujar Sonny.

Sonny menyiratkan bahwa kondisi keuangan Asabri saat ini sehat. “Saya menjamin bahwa uang peserta yang dikelola di Asabri tidak hilang dan tidak dikorupsi,” katanya singkat.

Sayangnya, Sonny hanya mengutarakan pendapatnya secara searah. Ia enggan menjawab pertanyaan awak media. Mantan anggota militer itu bergegas pergi usai menggelar konferensi pers dan bergeming memasuki lift lantai 7 gedung Asabri.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD mengisyaratkan praktik dugaan korupsi di Asabri. Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) juga angkat suara bahwa praktik investasi di Asabri persis dengan yang dilakukan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kemarin, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga mengungkap potensi kerugian negara oleh Asabri diperkirakan sebesar Rp 16 triliun. Menilik laporan keuangan perseroan tahun 2016-2017, Asabri tercatat membukukan laba bersih Rp 943,81 miliar dengan rasio solvabilitas (RBC) sebesar 62,35 persen atau jauh di bawah ketentuan yang diperkenankan sebesar 120 persen.

RBC ini menggambarkan kemampuan perseroan membayar klaim dan utang jangka panjang. Kemudian, perseroan melakukan restatement merevisi laba 2016 menjadi Rp116,46 miliar. Revisi ini dilakukan akibat penyesuaian (konsolidasi) nilai reksa dana terproteksi, di mana perseroan mempunyai pengendalian secara langsung terhadap reksa dana tersebut.

Baca Juga :  Kabidhumas Polda Metrojaya : Sofyan Jacob Akhirnya Bersedia Diperiksa

Tak cuma laba, asetnya juga diubah menjadi Rp 36,6 triliun dari Rp 36,59 triliun. Sementara asetnya dari Rp 34,99 triliun menjadi Rp36,34 triliun. Akibatnya, rasio solvabilitas perseroan juga tersisa 54,73 persen.

Pada 2019, kinerja perseroan tempat Asabri menempatkan dana investasinya melemah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) nilai saham belasan perseroan yang digenggam Asabri merosot dari Rp10,2 triliun menjadi hanya Rp2,1 triliun.

(Red F/S-Cn)

Berlangganan