Profile Kapolsek Verry Liwutang, Pernah Jadi Kuli Bangunan, Ternyata Sempat Ingin Jadi Pelaut - METROBRATA UTAMA    

METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Profile Kapolsek Verry Liwutang, Pernah Jadi Kuli Bangunan, Ternyata Sempat Ingin Jadi Pelaut

2 min read

Metama.com.Manado (Sulut) : Sosok AKP Verry A. Liwutang yang akrab disapa Verry, kini dipercayakan menjabat sebagai Kapolsek Malalayang yang berada di bawah wilayah hukum Polresta Manado (Polda Sulut)
Pria kelahiran Mulengen, Tagulandang, 27 Mei 1972 ini pun punya banyak cerita sebelum akhirnya bisa ada pada posisinya saat ini.

Lulusan STM Negeri 2 ini, menghabiskan masa kecilnya di tanah kelahiran Mulengen sampai menamatkan pendidikan di SD Mulengen Tagulandang, lalu melanjutkan sekolah di SMP Likupang, Minahasa Utara. Menariknya, putra ke-4 dari 8 bersaudara dalam keluarga alm Matheos Liwutang dan Restiana Harimu ini ternyata pernah merantau ke Desa Maelang, Kabupaten Bolaang Mongondouw (Bolmong) dan bekerja sebagai kuli bangunan.

Hal unik lainnya, baik cita-cita maupun target jangka panjang dalam hidup Verry, sangat berbeda dari dunianya saat ini. Pemilik hobi main catur ini, sewaktu kecil ber cita-cita ingin menjadi pelaut, sedangkan kedepan, Verry punya keinginan untuk menjadi anggota DPR RI.

Meski demikian, dalam menjalani kehidupan, Verry tetap berpegang teguh pada keyakinannya bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan. “Yang jadi filosofi dalam hidup, carilah dahulu Kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu. Itu saja,” ujar Verry.

Filosofi itupun menghantarkan Verry menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas setiap tugas dan amanah yang diemban, tidak hanya untuk manusia tetapi dihadapan Tuhan. Setelah menjadi anggota Polri terutama saat mendapat kepercayaan menjadi Kapolsek, suka duka pun dirasakan Verry.

Verry mengungkapkan, saat bertugas di Tompaso Baru, Kecamatan Minahasa Selatan, mulai dari masih menjadi anggota Polri selama 7 tahun sampai menjabat Kapolsek selama 3 tahun, selalu menghadapi tantangan dan pergumulan. Dari semua hal yang tidak bisa dilupakan, salah satunya yaitu, ketika seorang pelaku masuk sel tahanan kemudian menganiaya tahanan lainnya. “Tapi selalu bersyukur karena penyertaan Tuhan selalu ada sampai saat ini,” kata Verry.

Baca Juga :  KPK Himbau " Minta Masyarakat " Tidak Memilih Caleg Tawarkan Amplop

(HS)

Berlangganan