Menjelang Pilkada Di Kabupaten Talaud "ASN" Tidak Berpolitik - METROBRATA UTAMA    

METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Menjelang Pilkada Di Kabupaten Talaud “ASN” Tidak Berpolitik

2 min read

Metama Talaud(Sulut). : Masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud Propinsi Sulawesi Utara, dalam menyonsong pemilihan kepala Daerah pada tahun 2020, ada satu cerita masyarakat kelas bawah yang tengah berjualan pulsa di kelurahan Beo, Kecamatan Beo, bernama Lery Luther Aringanen adalah masyarakat yang sering mengkritisi kebijakan pemerintah daerah melalui FB, Lery sering mengunggah dan menyoroti kinerja pemerintah lewat medsos dan yang terbaru ketika dia memposting seorang ibu berumur 60an yang tidak mendapat tempat berjualan saat revitalisasi pasar beo padahal ibu tersebut sudah berjual sejak tahun 90an, karena bedah pilihan waktu pilkada lalu sampai saya terzolimi seperti ini saya, tim sukses partai perjuangan dan mereka adalah team sukses pemerintah Kab Talaud pungkas korban, melalui percakapan via telepon dengan wartawan metama, Lery menuturkan bahwa kronologi yang terjadi pada tanggal 24 juli 2020 jam 16.30 saat berada di dicounter pulsa dia mendapat telepon dari seorang ASN yang menyuruh dia untuk segera datang disalah satu kantor pemerintah dibeo.

sesampainya disana sudah ada 4 orang yang berkumpul diantaranya kepala salah satu kelurahan yang ada di Beo yang berinisial RM dan langsung mengatakan “mau berpolitik atau usaha, jika mau berpolitik istri yang jadi korban dan jika ingin tetap berjualan dipasar harus mengikuti keinginan dari sang kepala kelurahan tersebut. korban tidak paham kenapa dia di panggil dan dicerca dengan pertanyaan seperti itu, kemungkinan yang paling besar adalah akibat Lery sering mengunggah dan nenyoroti kinerja pemerintah lewat medsos

Berdasarkan ketentuan undang-undang nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN Pasal 2 Huruf f . “ Bahwa setiap Pegawai Aparatur Sipil Negara tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada siapapun. “ Pasal ini nampaknya tidak dipahami dengan jelas oleh ASN yang ada di Kabupaten kepulauan Talaud, lebih khusus yang ada dikelurahan Beo kecamatan Beo. sebab diduga ada oknum ASN yang disalah satu kantor pemerintah melakukan penekanan dan pengancaman terhadap seorang penjual pulsa yang bernama Lery Luther Aringanen.

Baca Juga :  Ngabalin: Ketua KPK 'Baper' Serahkan Tanggung Jawab ke Jokowi

Hasil konfirmasi wartawan metama dengan seorang ASN yang bekerja disalah satu lembaga hukum mengatakan bahwa beliau cuman menelepon korban karena beliau mempunyai nomor handphone dan atas permintaan dari sang kepala kelurahan, mengenai penekanan dan pengancaman beliau tidak mengetahui pasti. dan mungkin saja ada kesalah pahaman antara Lery dengan kepala kelurahan tersebut.

Dari peristiwa diatas semoga keterlibatan ASN yang berpolitik secara praktis tidak terjadi lagi dan semoga para ASN tetap berjiwa Netral dalam menjalankan tugas Pengabdiannya.

(Oksi)

Berlangganan