METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

China Pamerkan Vaksin Corona untuk Pertama Kali

2 min read

Metama.com, Jakarta, : Pemerintah China memamerkan vaksin corona buatan mereka sendiri untuk pertama kali. Vaksin yang diproduksi Sinovac Biotech dan Sinopharm itu dipajang dalam botol-botol kecil di sebuah pameran di Beijing. Produsen berharap berharap vaksin tersebut disetujui pemerintah untuk kemudian dilempar ke pasar setelah uji coba tahap 3. Seperti dikutip dari AFP, Senin (7/9), perwakilan Sinovac mengatakan bahwa perusahaannya telah menyelesaikan pembangunan pabrik vaksin yang mampu memproduksi 300 juta dosis dalam setahun.

Sementara itu, Sinopharm berkata pihaknya berharap antibodi yang dihasilkan vaksin tersebut dapat bertahan antara satu hingga tiga tahun-meskipun hasil akhirnya baru akan diketahui setelah uji coba. China beberapa kali menghadapi badai kritik dari banyak negara atas penanganan di awal pandemi. Mereka kini tengah berupaya membalikkan semua tuduhan itu. Media dan pejabat pemerintah China saat ini menggaungkan narasi kebangkitan Wuhan, kota tempat pertama kali virus corona ditemukan.

Mereka juga dilaporkan ingin menunjukkan kepada dunia kisah dalam perang melawan Covid-19. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana China kerap berceloteh soal perkembangan uji coba vaksin buatannya. Pada bulan Mei misalnya, Presiden China Xi Jinping berjanji untuk membuat vaksin potensial yang dikembangkan oleh China menjadi barang publik global. Menurut Xi, vaksin itu nantinya bisa digunakan oleh negara-negara untuk melenyapkan corona dengan harga yang dipatok tidak begitu mahal.

Tabloid lokal China, Global Times mengungkapkan setiap dua dosis vaksin harus berharga di bawah 1.000 yuan atau sekitar Rp2,1 juta. Di sisi lain, kantor berita Xinhua membeberkan bahwa ada kandidat vaksin lain yang tengah dikembangkan para ilmuwan militer China dan mungkin dapat mengatasi mutasi virus corona.

Baca Juga :  9 Pati TNI AD : Berpeluang “Kandidat Pemimpin TNI AD”

Vaksin Shinovac saat ini sedang dikembangkan di seluruh dunia telah dipesan oleh beberapa negara.
Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak ada vaksin corona hingga pertengahan 2021. Meski demikian badan kesehatan PBB itu menyambut baik perkembangan uji klinis tahap III yang dilakukan sejumlah kalangan.

Dalam prosedur normal, tahap pengujian vaksin membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk memverifikasi hingga kandidat vaksin dinyatakan aman dan efektif.

(RED F/S-C2n)

Berlangganan