METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

BANJIR MELANDA 4 KABUPATEN DI KALIMANTAN TENGAH

4 min read

METROBRATA UTAMA (Katingan, Kotawaringin Timur,Seruyan, Lamandau / Kalteng) – Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu utamanya di 4 (empat) Kabupaten, Daerah Aliran Sungai (DAS) yakni di Kabupaten Lamandau, Kabupaten Seruyan,Kabupaten Kotim Sei Mentaya dan Kabupaten Katingan dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Terutama di daerah bagian hulu keempat kabupaten tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau mencatat, banjir kini semakin meluas ada sebanyak 161 rumah warga terendam. Selain rumah warga yang ada di desa-desa Kecamatan Batang Kawa dan Belantikan Raya, sejumlah desa di Kecamatan Lamandau juga mulai terendam banjir.

Berdasarkan data yang sudah dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau, khusus di Kecamatan Batang Kawa sudah ada sebanyak 161 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir, yakni Desa Jemuat 48 KK, Desa Kina 40 KK, Desa Karang Mas 17 KK, Desa Mangkalang 25 KK, Desa Liku 7 KK, Desa Benakitan 3 KK dan Desa Kinipan 21 KK.

Camat Belantikan Raya, Eddy Wahyudi, saat dikonfirmasi oleh awak media lewat pesan Whatsapp, Selasa (8/9/2020) lalu mengatakan ada 8 desa di Kecamatan Belantikan Raya yang terdampak banjir, di antaranya Desa Petarikan, Bintang Mangalih, Karang Besi, Bayat, Batu Selipi, Kahingai, dan Desa Belibi.
Di Desa Petarikan ada sebanyak 47 rumah yang terkena banjir dengan ketinggian air kurang lebih 2 meter untuk saat ini air sudah agak turun. Hanya saja beberapa desa yang di bawahnya justru semakin naik.

Sementara di Kabupaten Katingan saat ini sedang siaga banjir. Sejumlah kecamatan sudah direndam banjir dengan ketinggian bervariasi. Berdasarkan data dari alat pantau di Dermaga UPTD LLASDP Ujung Hurung ketinggian air naik mencapai 4,5 meter dari debit ar permukaan sungai.

Baca Juga :  Polri: Papua Aman, Kegiatan Masyarakat Berangsur Normal

“Kondisi saat ini siaga banjir, untuk beberapa lokasi yang memang daerah rendah disiagakan personel untuk pemantauan dan hal lainnya jika diperlukan,” kata Kalaksa BPBD Katingan Eka Suryadilaga, Jumat (11/9/2020).

Menurut pantauan pihak BPBD Katingan, terdampak cukup parah di Kecamatan Pulau Malan yang terdiri 11 desa yang mana sebelumnya terjadi banjir mengakibatkan terendamnya rumah masyarakat. Saat ini debit air di kecamatan tersebut sudah berangsur surut.

Sedikitnya sekitar 200 rumah lebih tergenang luapan air Sungai Katingan dengan ketinggian air sekitar 30 – 60 cm dari permukaan tanah.

Sementara di Kecamatan Katingan Tengah, terdiri 2 desa dan 1 kelurahan yang mana sebelumnya terjadi banjir yang mengakibatkan terendamnya rumah masyarakat. Untuk debit air yang mana sebelumnya sekitar 484 rumah 3 unit rumah ibadah dan 2 unit sekolah tergenang luapan air sungai katingan dengan ketinggian air sekitar 5 – 8 m.

Wilayah Kecamatan Tewang Sanggalang Garing,kindisi banjir menenggelamkan 254 rumah warga dan Jalan Raya Desa Tumbamg Manyangen, Teluk Bua sepanjang 500 meter air mengenangi rumah warga dengan ke tinggian air 20 – 70 cm.

Di Kecamatan Katingan Hilir diantaranya di Kelurahan Kasongan Lama, ada 37 rumah tenggelam dan di Kelurahan Kasongan Baru terdapat 71 rumah.

di daerah hulu Kabupaten Seruyan di Kecamatan Seruyan Tengah juga terkena banjir dadakan, begitu juga di Kecamatan Mentaya Hulu dan Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotim .

Kecamatan Pulau Malan dan Kecamatan Sanaman Mantikei juga ikut terendam banjir, Harapan warga yang terdampak banjir kepada pemerintah jangan cuma memberikan arahan tentang penanganan banjir secara terpadu dan fokus sehingga masyarakat dapat terlayani dengan maksimal, akan te tapi masyarakat sangat membutuhkan tindakan cepat dari pemerintah untuk menanggulangi banjir yang melanda serta bantuan yang di berikan harus secara Merata kepada masyarakat yang terdampak banjir.

Baca Juga :  Polres Gresik : Raih 3 Piala Sekaligus Dalam Pelayanan & Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2019 di Se Jatim

Sebagai bahan pertimbangan bagi Pemerintah terkait 5 Dampak Banjir Bagi Masyarakat yang Perlu diketahui bencana banjir adalah kerugian yang terjadi karena aliran air berlebih dan merendam satu daratan. Ada berbagai dampak bencana banjir yang bisa menimpa setiap keluarga. Apa saja dampak tersebut? Berikut 5 di antaranya yang perlu diketahui!

1]Masalah Kesehatan
Ketika air kotor dalam jumlah banyak menggenang, masalah kesehatan pun tidak dapat dihindari. Beragam wabah gangguan kesehatan lebih mudah menyebar dan menyerang siapa saja, khususnya kaum lanjut usia dan anak-anak.

2] Kerugian Ekonomi
Terjadinya kerusakan pada rumah dan barang-barang yang ada di dalamnya ternyata menimbulkan kerugian ekonomi. Di beberapa daerah yang merupakan tempat strategis bahkan bisa memperlambat perputaran roda ekonomi.

3]Sulitnya Air Bersih
Apabila banjir datang, jumlah air bersih pun otomatis berkurang. Padahal air bersih sangat dibutuhkan dalam keadaan seperti ini.

4]Aktivitas Warga Terhambat
Terhambatnya aktivitas warga menjadi hasil lain yang mungkin paling terasa saat kondisi ini melanda. Dampak banjir bagi masyarakat yang paling sederhana adalah terendamnya rumah sehingga membuat mereka harus melakukan penanganan terlebih dahulu sebelum beraktivitas.

5]Muncul Korban Jiwa
Adapun dampak negatif banjir yang paling parah, yakni munculnya korban jiwa. Hadirnya korban sebagai dampak banjir bandang sering kali dikarenakan terseret arus atau luapan air yang tak terprediksikan.

Demikian tadi beberapa informasi mengenai dampak bencana banjir. Untuk menghindari kejadian ini, perlu tindakan pemerintah secara cepat untuk membantu masyarakat.

(Bony, Darmawan)

Berlangganan