METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Rapat Koordinasi Forkominda Kab.Gresik Dalam Rangka Evaluasi Disiplin Penegakkan Protokol Kesehatan

3 min read

Metama.com – Gresik (Jatim) ; Bertempat di Gedung Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Pemerintah Kabupaten Gresik Jl. Dr Wahidin Sudirohusodo 245 Kec. Kebomas Kab. Gresik telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kab Gresik dalam rangka evaluasi disiplin penegakan protokol kesehatan. Senin (14/9/2020) Hadir dalam acara tersebut diantaranya : Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, ST., M.Si (Bupati Gresik), Letkol Inf Taufik Ismail .S.Sos.M.I.Pol (Dandim 0817/Gresik), AKBP Arief Fitrianto,SH, S.I.K, M.M. (Kapolres Gresik ), Dr. H. Moh. Qosim, M. Si (Wabup. Gresik), Fransiskus Arkadeus Ruwe, SH.,MH (Ketua Pengadilan Negeri Gresik), Nur Hamim (DPRD Kab. Gresik) serta Camat se Kab. Gresik dan Kepala UPD.

Dalam acara itu Bupati Gresik memberikan pengarahan terkait dengan perkembangan Covid-19, dimana Dinkes harus Up To Date salam memberikan informasi serta segera memetakan di 330 desa mana yang sudah kuning dan mana yang sudah hijau dan hal ini harus diketahui oleh kecamatan dengan tim satgas harus berkerja maksimal agar kita tau perkembangan di desa desa serta Pendataan total dengan RT/RW dan ke kepala desa agar tidak terjadi cluster baru, pengingkatan disiplin penegakan protokol kesehatan melalui himbauan himbauan di tiap tiap kecamatan di pusat pusat berkumpulnya masa dan Pol. PP harus terus memonitor setiap himbauan yang disampaikan ditiap tiap kecamatan. Bupati juga menyampaikan agar TNI / Polri bisa melakukan tindakan tegas terkait pemberlakuan jam malam sesuai dengan Perbup no. 22 tahun 2020. Begitu juga dengan kegiatan sekolah pihak pihak terkait perlu mengundang komite sekolah untuk menyampaikan harapan para wali murid sehingga semua dapat terkonsep dengan baik,”tutur Bupati.

Dalam acara ini juga Wakil Bupati Gresik M. Qosim juga memberikan pengarahan dan menyampaikan bahwa Covid-19 tidak bertoleransi kepada siapapun, maka kuncinya tergantung disiplin penegakan protokol kesehatan di tiap tiap kecamatan dan pengawasan TNI Polri di beberapa obyek wisata khususnya di wisata religi Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim, jangan sampai Covid-19 melemahkan Perekonomian Nasional, khususnya perekonomian Kab. Gresik,”tutur Wabup.

Baca Juga :  Massa Desak Jaksa Agung Proses Kembali Kasus Novel Bengkulu

Selanjutnya, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto,SH, S.I.K, M.M. juga menyampaikan rasa bangganya atas kepedulian yang tinggi dari Pemkab Gresik terhadap penanganan Covid-19. Dalam penerapan Impres nomer 6 tahun 2020 Kapolres mengajak Forkopimda untuk melakukan Ops Yustisi sesuai dengan Perda no. 2 tahun 2020 (Penegakan di lakukan oleh SatPol PP propinsi atau anggota Polri) dan perbup no 22 tahun 2020 (Penegakan oleh SatPol PP.).

Lebih lanjut Kapolres menyampaikan bahwa Penegakan hukum berbasis komunitas di anggap perlu oleh sebab itu mari kita bersama sama galakan kembali komunitas tangguh yang ada dengan menyiapkan rompi penegak disiplin protokol kesehatan di tempat tempat keramaian masa, penyiapan sekolah tangguh yang tidak beda dengan ponpes tangguh, namun proses belajar mengajar tetap ditentukan oleh pihak / Dinas yang terkait dan Camat, bahwa TNI – POLRI akan mendukung kegiatan penegakan protokol kesehatan terutama salam penerapan 3 M,”pungkas Kapolres.

Kemudian dilanjutkan dengan pengarahan oleh Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail .S.Sos.M.I.Pol., Dandim mengatakan bahwa Kodim 0817 dan Polres Gresik akan terus mendukung dan bertanggung jawab pada penanganan Covid-19 juga penerapan jam malam di wilayah Kab. Gresik harus di tegakan, sesuai perintah Panglima bahwa TNI sudah menggelar personel di 52 titik keramaian di wilayah Kab. Gresik dan Kemungkinan ada cluster baru terutama keluarga, cluster perdagangan dan cluster Pilkada,”tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama DPRD Kab. Gresik juga memberi pengarahan tentang kebijakan umum 2020 terkait anggaran, DPRD Kab. Gresik fokus pada pelayanan kesehatan kaitannya dengan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi,”jelasnya.

Selanjutnya pengarahan dari Kejaksaan Gresik, Perbup terkait penanganan Covid-19 perlu dikaji lebih mendalam sehingga tidak menimbulkan efek negatif bagi kita semua, terkait ijin keramaian perlu lebih diperketat kembali dikarenakan banyak kegiatan masyarakat yang di unggah di medsos dan tanpa menegakan protokol kesehatan dan terkait masalah anggaran satgas Covid-19 untuk saling bekerjasama dan tidak saling lempar,”tutur Bayu.

Baca Juga :  Anggota Polri (Polda Sulut) Akhiri Hidupnya "Gantung Diri"

Acara Rakor tersebut berjalan tertib dan lancar, dan selesai pada pukul 11.35 wib.

(Chandra/Metama)

Berlangganan