Mahfud MD Sebut Kemungkinan Covid-19 Selamanya di Tengah Masyarakat - METROBRATA UTAMA    

METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Mahfud MD Sebut Kemungkinan Covid-19 Selamanya di Tengah Masyarakat

2 min read

Metama.com,Jakarta : Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut ada kemungkinan virus corona (Covid-19) akan tetap berada di tengah masyarakat untuk selamanya. Hal itu kata dia berdasarkan apa yang disebutkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.
Oleh karena itu, pemerintah tetap memutuskan penyelenggaraan pilkada serentak tetap diselenggarakan pada 9 Desember 2020 mendatang. Namun dengan catatan penerapan prokol kesehatan secara ketat.

“Kalau kita mengikuti pendapat sebagian masyarakat agar Pilkada itu dilaksanakan sesudah pandemi berakhir itu sangat sulit diterima. Karena tidak ada satupun orang yang bisa meramalkan kapan Covid-19 itu berakhir. WHO pun itu juga mengatakan tidak tahu kapan ini akan berakhir. Mungkin Covid-19 ini selamanya bersama kita,” ujar Mahfud MD dalam webinar, Jumat (2/10/2020).

Mantan Ketua MK ini menambahkan, setiap penyelenggaraan Pilkada memang tak lepas dari yang namanya kontroversi. Kontroversi terbaru, menurutnya, adanya desakan agar Pilkada Serentak 2020 untuk ditunda karena dilaksanakan di tengah pandemi.

“Setiap penyelenggaraan Pilkada selalu ada kontroversi di tengah masyarakat. tentang persyaratan, dulu juga ada kontroversi calon independen atau tidak, apakah tidak sebaiknya parpol itu dibatasi saja yang mendukung maksimal sekian, agar tidak diborong. Selalu terjadi kontroversi. Nah sekarang, kontroversi paling hangat adalah Pilkada di era pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Masih kata Mahfud, jika Pilkada ditunda tanpa adanya kepastian, maka pemerintah harus menunjuk Pelaksana tugas (Plt). Menurutnya, Plt tidaklah memiliki kewenangan banyak seperti kepala daerah definitif, seperti mengambil keputusan strategis ataupun menggunakan anggaran yang terbatas.
“Jadi pemerintah memutuskan Pilkada ini tetap dilaksanakan. tetapi ya itu dengan jaminan, jaminannya agar protokol kesehatan diutamakan,” tutupnya.

(RED/s-ON)

Berlangganan