Kadivhumas Polri: Terduga Teroris Upik Lawanga Dapat Pesanan Senpi Rakitan Sejak Agustus - METROBRATA UTAMA    

METROBRATA UTAMA

Media Hukum & Kriminalitas

Kadivhumas Polri: Terduga Teroris Upik Lawanga Dapat Pesanan Senpi Rakitan Sejak Agustus

2 min read

Metama.com, Jakarta : dalam keterangan disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan bahwa terduga teroris dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI), Taufik Bulaga alias Upik Lawanga mendapatkan pesanan membuat senjata api (senpi) rakitan sejak Agustus 2020.Kendati begitu, Argo belum bisa memaparkan kapan senjata yang dirakit itu digunakan.

Saat ini Densus 88 Antiteror Polri masih melakukan pengembangan terhadap Upik Lawanga pascadibawa ke Jakarta setelah ditangkap di Lampung. “Tersangka Upik Lawanga ini bulan Agusutus 2020 sudah dipesan rakitan senpi dari pimpinannya mulai Agustus 2020. Untuk senjata digunakan kapan belum tahu,” kata Argo dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2020).

Menurut Argo, Upik Lawanga mendapat pesanan merakit senjata api lantaran memiliki kemampuan dalam melakukannya, selain keahlian militer.”Dia (Upik Lawanga) juga kemampuannya rakit bom high explosive, dan senpi serta kemampuan militer,” ujar Argo.

Dalam penangkapan Upik Lawanga, Argo menyebut, Densus 88 menyita barang bukti, di antaranya senjata rakitan dan bunker yang diduga untuk menyimpan senjata tersebut.Argo menyebut, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan akan merilis bunker di rumah Upik Lawanga di Lampung, Sabtu (19/12/2020) besok. “Tentunya barbuk (barang bukti) yang disita di rumah Upik, senjata rakitan dan bunker, besok Kabag Penum datang ke Lampung dengan media di sana melihat lokasinya bunker itu seperti apa, biar paham ada senpi disimpan di mana,” kata Argo.

23 Teroris JI Digiring ke Jakarta, Salah Satunya Buron Bom Bali 1

Sebanyak 23 teroris dari milisi Jamaah Islamiyah (JI) digiring ke Jakarta setelah diringkus di Lampung. Dari 23 teroris tersebut, dua di antaranya masuk daftar pencarian orang (DPO) Polri atas nama Taufik Bulaga alias Upik Lawanga serta Zulkarnain alias Arif Sunarso. Upik Lawanga merupakan anggota JI yang menjadi dalang dari beberapa teror bom seperti bom Tentena, bom GOR Poso, bom Pasar sentral, dan rangkaian tindakan teror lain pada 2004 hingga 2006. Sedangkan Zukarnain merupakan DPO Polri dalam kasus teror Bom Bali 1 yang terjadi pada 2001. Ia juga memiliki kemampuan merakit bom high explosive, senjata api, dan kemampuan militer dalam melakukan tindakan teror.

Baca Juga :  Pertamina Larang Masyarakat Beli BBM untuk Dijual

Sedangkan 21 lainnya yang diamankan di Lampung memiliki perannya masing-masing. Berdasarkan pantauan MNC News Portal di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), 23 teroris tersebut digiring ke Ibu Kota menggunakan pesawat Batik Air. Saat tiba di pelataran pesawat atau apron, mereka digiring dengan pengawalan super ketat oleh Densus 88 Antiteror 23 teroris itu tampak menggunakan penutup wajah dan memakai baju tahanan. Tangannya diborgol dan kakinya dirantai. Mereka langsung dipindahkan ke mobil tahanan untuk selanjutnya ditahan di rutan khusus teroris.

“Baru saja kita menyaksikan 23 tersangka, karena sudah dinyatakan tersangka, bukan terduga lagi, 23 tersangka teroris dari JI yang digeser dari Lampung menuju Jakarta menggunakan pesawat,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan di lokasi, Rabu (16/12/2020).

Dari 23 teroris itu, dua di antaranya masuk DPO yakni atas nama Upik Lawanga dan Zulkarnain. Dijelaskan Ramadhan, Upik memiliki keahlian membuat senjata dan bom dan terlibat dalam beberapa kasus teror pada 2004 hingga 2006. Sedangkan Zulkarnain DPO kasus bom Bali pada 2001 silam. “Ke-23 tersangka dibawa ke tahanan teroris, (tempatnya) nanti kita sampaikan,” kata Ramadhan.

(RED F/S-Sdo)